Elephants

Pemkot Jakbar siapkan penataan Hutan kota Srengseng

July 28, 2026

Jakarta (ANTARA) - ​Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mulai menyiapkan penataan Hutan Kota Srengseng yang akan dioptimalkan untuk konservasi alam dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan area seluas kurang lebih 15 hektare tersebut memiliki potensi besar yang tidak hanya berfokus pada konservasi alam, melainkan dapat dioptimalkan fungsi sosial dan ekonomi.

​"Hutan Kota Srengseng ini sejatinya bisa dimanfaatkan jauh lebih optimal. Kami ingin ada keterpaduan antarsektor. Selain menjaga fungsi konservasi dan kearifan ekologisnya, kami targetkan lokasi ini menjadi percontohan edutainment, tempat edukasi pemilahan sampah end-to-end, pusat kegiatan ekonomi kreatif masyarakat, hingga ruang publik yang nyaman," ujar Iin dalam rapat lintas perangkat daerah, di Jakarta Selasa.

Iin mengatakan rencana penataan juga disusun sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat dan hasil pembahasan bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Selain itu, penataan juga diselaraskan dengan implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Sampah di Tingkat RW.

Adapun ​beberapa poin krusial penataan yang dirancang dalam waktu dekat meliputi, evakuasi dan penataan vegetasi dengan melakukan pemangkasan dan penggantian pohon rawan tumbang (seperti pohon kapuk dan sengon buto) dengan varietas tanaman yang lebih aman dan ramah lingkungan bagi pengunjung serta pengendara sekitar.

Pemkot Jakbar juga akan mengoptimalkan mesin pencacah daun, budi daya maggot, serta produksi pupuk kompos dan cairan eco-enzyme yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat untuk menyuburkan ekosistem tanah dan perairan danau. Hal ini terkait ​penguatan pengelolaan sampah organik.

Selanjutnya, pemkot juga akan melakukan penataan area serbaguna, membuat workshop daur ulang sampah PPSU, hingga membangun kafe inklusif (Kafe Difabis) berkonsep ruang terbuka yang melibatkan Baznas Bazis Jakbar untuk mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif.

Berikutnya, melakukan beautifikasi sarana prasarana dengan memperbaiki fasilitas amphitheater, atap gedung, peremajaan toilet publik berkonsep alami, serta penambahan papan edukasi flora-fauna.

​Sementara itu, Kepala Subkelompok Konservasi Sumber Daya Hutan dan Daerah Aliran Sungai (KSDH & DAS) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta, Arie Fajar Septa, menyambut positif kolaborasi lintas UKPD yang diinisiasi Pemkot Jakarta Barat.

Menurutnya, pendekatan Forest Garden akan diterapkan agar area interaksi pengunjung tetap aman tanpa mengganggu zona ekologi inti yang menjadi habitat berbagai jenis burung terlindungi.

​"Hutan Kota Srengseng memiliki sejarah unik sebagai bekas tempat pembuangan sampah yang kini bertransformasi menjadi oase kota. Rencana kolaborasi bersama wilayah, perguruan tinggi seperti Universitas Trisakti, hingga unsur masyarakat akan makin memperkuat penataan area ini secara berkelanjutan," ungkap Arie.

​Sebagai langkah konkret, Pemkot Jakbar menargetkan penyusunan jadwal kerja terukur dalam jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang dengan target hasil awal dapat dinikmati masyarakat luas pada awal tahun mendatang.

Baca juga: Hutan Kota Srengseng Jakbar disasar jadi percontohan pilah sampah

Baca juga: DKI siap revitalisasi Hutan Kota Srengseng

Baca juga: Selama kemarau, Hutan Kota Srengseng andalkan waduk untuk pengairan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.