Elephants

Pemkot: Inflasiter kendali jadi penopang ekonomi Palembang

August 5, 2026

Pemkot: Inflasiter kendali jadi penopang ekonomi Palembang

Rabu, 5 Agustus 2026 20:39 WIB

Image Print

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani. ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menilai stabilitas inflasi yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global menjadi salah satu indikator ketahanan ekonomi daerah, sekaligus mencerminkan efektivitas pengendalian harga pangan dan terjaganya daya beli masyarakat.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palembang Isnaini Madani di Palembang, Selasa, mengatakan inflasi Kota Palembang pada Juli 2026 masih berada pada level yang terkendali, didukung oleh koordinasi lintas instansi dalam menjaga kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi inflasi di Kota Palembang secara umum masih berada pada tingkat yang baik dan terkendali," katanya.

Ia menjelaskan inflasi tahunan (*year-on-year/yoy*) Kota Palembang pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,33 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 2,50 persen maupun inflasi nasional sebesar 2,88 persen.

Menurut Isnaini, capaian tersebut menunjukkan tekanan harga di Kota Palembang masih berada dalam kisaran sasaran pengendalian inflasi pemerintah, sehingga mampu mendukung stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Ia mengatakan keberhasilan menjaga inflasi tidak terlepas dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan distribusi barang berjalan lancar dan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia.

"Pemkot Palembang terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok agar tetap stabil," ujarnya.

Berdasarkan data BPS Kota Palembang, komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada Juli 2026 antara lain bahan bakar minyak (BBM), nasi beserta lauk pauk, timun, ketupat, sawi, dan beras. Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut masih dapat diimbangi oleh penurunan harga pada komoditas lain.

Komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi meliputi emas perhiasan, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan ikan patin sehingga turut meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.

Isnaini berharap tren inflasi yang tetap terkendali dapat dipertahankan melalui penguatan koordinasi pengendalian inflasi, pemantauan harga secara berkala, serta upaya menjaga kelancaran distribusi pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih berkembang.

Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026