Elephants

Pemkot Cirebon melibatkan komunitas penuhi gizi balita stunting - ANTARA News Jawa Barat

September 11, 2026

Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, melibatkan komunitas masyarakat dalam pemenuhan pangan bergizi bagi balita stunting melalui pengembangan potensi pangan di lingkungan warga.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Cirebon, Jumat, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam penanganan stunting karena pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara mandiri.

"Stunting bukan hanya persoalan medis atau angka statistik. Ini merupakan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia kita di masa depan," kata Farida.

Menurut dia, salah satu bentuk kegiatan tersebut dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Lestari 09 di Kelurahan Jagasatru, Kota Cirebon.

Ia mengatakan pangan yang dihasilkan melalui kegiatan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

"Intervensi yang baik adalah intervensi yang bisa tumbuh dan bertahan di masyarakat," ujarnya.

Farida mengapresiasi Kelompok Swadaya Masyarakat Karang Lestari 09 yang memberdayakan warga melalui Poktan Lestari 09 dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Akar Bahar.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan masyarakat dapat berperan langsung dalam penanganan stunting melalui penyediaan pangan yang bersumber dari potensi lingkungan setempat.

"Ketika ketahanan pangan dibangun secara mandiri dan gotong royong, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dalam jangka panjang," katanya.

Farida meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan terus mendampingi serta memfasilitasi kegiatan komunitas agar penyediaan pangan bergizi dan pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua RW 09 Kelurahan Jagasatru Toto Satori mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama masyarakat setempat.

Ia mengatakan warga tidak hanya mengembangkan kebun sebagai sumber pangan, tetapi juga membudidayakan ikan yang dikelola anak-anak muda.

"Di kampung kami bukan hanya ada kebun. Kami juga punya kelompok budidaya ikan yang dilakukan anak-anak muda," ujar Toto.

Menurut Toto, kelompok budidaya ikan tersebut memiliki enam kolam dengan jumlah ikan mencapai ribuan ekor.
 

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.