Bontang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membuka akses sekitar 400 jenis pelatihan vokasi secara gratis bagi masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang warga masuk ke dunia kerja.
“Pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga tidak berhenti pada sertifikat, tetapi membuka peluang kerja dan penghasilan,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, di Bontang, Rabu.
Pelatihan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lulusan baru, generasi muda, perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat rentan, pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Beragam bidang pelatihan disediakan, di antaranya pengelasan, teknisi listrik, servis AC, operator alat berat, teknologi digital, kuliner, kecantikan, konstruksi, pariwisata, dan hospitality.
Pemkot Bontang juga mendorong sekitar 40 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) atau Ruang Pelatihan Kerja (RPK) lokal untuk terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Peserta yang mengikuti pelatihan nantinya tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga dapat mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Setelah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikat, peserta akan diarahkan mengikuti program job matching melalui Aplikasi Siap Kerja serta berbagai marketplace digital.
Neni mengatakan pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan maupun meningkatkan pendapatan.
Selain pelatihan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Talent Information Hub dan pemanfaatan fasilitas industri untuk memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Peningkatan kompetensi instruktur juga disiapkan, termasuk untuk mendukung kebutuhan sektor ekonomi kreatif seperti musik, penyelenggaraan acara, seni, dan pariwisata,” katanya.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.