Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Hal tersebut dilakukan sebab, kondisi cuaca ekstrem seperti angin badai yang melanda wilayah Kota Bengkulu dan sekitarnya beberapa hari terakhir serta imbas kebakaran yang terjadi di SMPN 19 diduga karena percikan api dari aktivitas pembakaran di luar sekolah.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah dalam kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang seperti sekarang ini. Percikan api dari pembakaran tersebut dikhawatirkan akan terbang terbawa angin dan membakar barang lain atau menyambar bangunan di sekitarnya," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu Yuliansyah di Bengkulu, Selasa.
Ia menyebut aktivitas membakar sampah di ruang terbuka pada situasi cuaca seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu bencana kebakaran besar.
Sebab, angin kencang yang terjadi di Kota Bengkulu saat ini dapat menyebabkan api kecil yang awalnya terkontrol menjadi cepat membesar dan meluas di luar kendali dalam hitungan menit.
Kemudian, faktor kelalaian manusia dari hal-hal kecil juga dinilai masih menjadi pemicu utama beberapa rentetan kasus kebakaran lahan maupun properti di Kota Bengkulu akhir-akhir ini.
Selain itu, Yuliansyah juga meminta agar masyarakat di Kota Bengkulu dapat memastikan kompor di dapur sudah benar-benar mati sebelum meninggalkan rumah, serta menghindari pembuangan puntung rokok secara sembarangan di area rumput kering.
Jika masyarakat melihat adanya percikan api atau potensi kebakaran yang mulai tidak terkendali, diimbau agar segera menghubungi pusat bantuan darurat atau posko pemadam kebakaran terdekat agar dapat langsung ditangani secara cepat dan tepat.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.