Elephants

Pemkot Bengkulu dorong pedagang pantai optimalkan pengelolaan sampah - ANTARA News Bengkulu

September 17, 2026

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terus mendorong para pelaku usaha dan pedagang yang berjualan di sepanjang kawasan wisata Pantai Pasir Putih hingga Pantai Panjang untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami mengimbau para pelaku usaha di kawasan pantai untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, termasuk menghindari aktivitas pembakaran sampah di area terbuka guna mencegah risiko lingkungan serta menjaga kualitas udara bagi wisatawan,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Medy Pebriansyah di Bengkulu, Kamis.

Baca juga: Pemkab Seluma catat realisasi PAD capai Rp30 miliar

Langkah antisipasi ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung, sekaligus merawat keindahan kawasan pantai. Melalui pengelolaan yang tertib, Medy mengajak para pedagang untuk bersama-sama memisahkan sampah organik dan non-organik agar dapat dimanfaatkan lebih lanjut secara produktif.

"Untuk sampah organik kita sarankan dapat dikelola menjadi pupuk organik sedangkan untuk yang non organik di sekitar area pantai sudah ada kerjasama pengelolaan pemungutan sampah dan kita harap semua pedagang bekerjasama dengan jasa pengangkutan tersebut," ujar dia.

Sebagai langkah penguatan, ia menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu untuk memberikan pengawasan serta pendampingan persuasif guna memastikan kawasan pantai tetap bersih dan terhindar dari aktivitas pembakaran sampah.

Baca juga: Wagub Bengkulu pastikan stok BBM aman, tidak perlu "panic buying"

Sementara itu, pemerintah kota mengajak masyarakat untuk mengelola limbah organik agar dapat dimanfaatkan sebagai pakan budidaya maggot di Kota Bengkulu.

Untuk itu, pemerintah kota mendorong seluruh kelurahan di wilayah tersebut untuk membudidayakan maggot sebagai salah satu upaya mengurangi permasalahan sampah organik dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satunya Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu yang mengembangkan melalui Berendo Maggot yang bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) tahun 2026.

Program Berendo Maggot yang terintegrasi dengan budidaya ikan lele dan itik, dengan maggot dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan akan menjadi percontohan untuk dapat diterapkan di kelurahan lain.

Sebab, sampah organik atau sampah basah yang selama ini tidak memiliki nilai guna dapat diolah menjadi maggot sehingga lebih bermanfaat, sedangkan untuk sampah plastik sudah memiliki pihak yang menampung untuk didaur ulang.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.