Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III melakukan pembahasan upaya strategis, khususnya penguatan ketahanan air baku serta pembangunan infrastruktur irigasi.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan, pembahasan ini penting untuk menjaga keandalan pasokan air baku bagi masyarakat.
"Karena air baku kita terfokus hanya di sungai Martapura, saat kemarau ini sungai mengalami kendala karena tingginya kadar garam karena masuknya air laut," ujarnya.
Yamin menyebutkan, pembahasan dengan BWS salah satu hal yang utama berkaitan dengan rencana pembangunan embung di Pematang Panjang serta pemasangan jaringan pipa air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Pramuka.
"Ini berkaitan dengan menjaga dan meningkatkan produksi air bersih yang dikelola PT Air Minum Bandarmasih, milik pemerintah kota," paparnya.
Baca juga: Banjarmasin normalisasi Sungai Baru untuk kendalikan banjir tengah kota
Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zubandi menyampaikan, pihaknya menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarmasin tersebut dengan melakukan koordinasi intensif dengan BWS.
Menurut dia, pembangunan embung di Pematang Panjang akan menjadi salah satu upaya menyediakan cadangan air baku, terutama saat menghadapi musim kemarau panjang. Selain itu, direncanakan pemasangan pipa berdiameter 1.200 milimeter dengan panjang sekitar 9,3 kilometer dari Pematang Panjang menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Pramuka.
Zubandi menjelaskan, kondisi musim kemarau selama ini menjadi tantangan bagi penyediaan air baku.
Menurut da, saat debit sungai menurun, intrusi air laut dapat masuk ke sumber air baku sehingga menyebabkan air menjadi asin dan tidak dapat diolah secara optimal.
"IPA yang kita miliki itu cuma bisa untuk mengolah air sungai menjadi air minum, bukan mengolah air asin menjadi air minum," jelasnya.
Rencana pembangunan tersebut berada di wilayah Banjarmasin Timur dan pembiayaannya diharapkan dapat diusulkan secara bertahap kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, dengan melibatkan BWS Kalimantan III dan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Selain penguatan ketahanan air baku, pertemuan dengan BWS juga membahas pembangunan infrastruktur irigasi yang diusulkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, khususnya di wilayah Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjarmasin bersama instansi terkait untuk mendukung kebutuhan infrastruktur pengairan sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air di wilayah kota.
Pewarta: Sukarli
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.