Elephants

Pemkot Bandarlampung catat sebanyak 91,4 SPPG telah kantongi SLHS

September 21, 2026

Pemkot Bandarlampung catat sebanyak 91,4 SPPG telah kantongi SLHS

Senin, 21 September 2026 15:48 WIB

Image Print

Ilustrasi: Seorang siswa sedang menikmati makan bergizi gratis. (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Sebanyak 139 dari total 152 SPPG di kota ini telah memiliki SLHS hingga September

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 91,4 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota itu telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Sebanyak 139 dari total 152 SPPG di kota ini telah memiliki SLHS hingga September," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Senin.

Dia mengatakan hingga kini belum seluruh SPPG di kota ini memiliki dan mengajukan SLHS guna memenuhi standar operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi kan total ada 152 SPPG di kota ini, yang baru mengajukan itu sekitar 142 dapur MBG, sisanya belum mengajukan," kata Muhtadi.

Ia menambahkan ketatnya penjaminan mutu tidak hanya berfokus pada kelayakan fasilitas dapur fisik semata, tapi juga mencakup aspek pengawasan lingkungan serta peningkatan kapasitas SDM pengolah makanan di lapangan.

"Berdasarkan data integrasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kemenkes serta portal BGN sebanyak 140 dapur SPPG telah lulus verifikasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL)," kata Muhtadi.

Sementara itu, lanjut dia, dari sisi kompetensi SDM tercatat sebanyak 4.112 penjamah pangan telah lulus pelatihan standar kesehatan dan higiene, dari total 6.063 penjamah pangan yang terdata di seluruh dapur SPPG se-Kota Bandarlampung.

"Sertifikasi dan pelatihan ini penting sebagai jaminan kepastian bahwa makanan yang diolah dan disajikan dari dapur SPPG terbebas dari risiko kontaminasi serta memenuhi kriteria gizi yang aman bagi masyarakat penerima manfaat," kata Muhtadi.

Ia mengatakan Pemkot Bandarlampung berkomitmen terus memfasilitasi pendampingan bagi dapur yang masih berproses guna memiliki SLHS.

"Kami juga secara berkelanjutan bakal memperluas cakupan pelatihan bagi penjamah pangan yang belum tersertifikasi guna mempertahankan standar kesehatan pangan di Kota Tapis Bersari ini," kata Muhtadi Arsyad Tumenggung.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.