Tapanuli Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, mengusulkan dukungan anggaran pembangunan sebesar Rp2,037 triliun kepada Kementerian PPN/Bappenas RI untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, kawasan strategis Danau Toba, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan kita, dukungan anggaran pembangunan yang telah diusulkan dan tersampaikan dapat terealisasi demi kesejahteraan masyarakat," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Christina Kartini Nahampun, Rabu (23/9).
Christina bersama Plt Kadis PUTRHub yang mendampingi Bupati Taput Jonius saat menyambangi Kementerian PPN/Bappenas RI di Jakarta, baru-baru ini, juga memaparkan, bahwa proposal usulan yang disampaikan mencakup 11 program prioritas yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarkawasan, mendukung sektor pertanian dan pariwisata, meningkatkan pelayanan dasar, serta memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana.
Disebutkan, dokumen proposal tersebut telah diterima Kementerian PPN/Bappenas RI melalui Direktur Pembangunan Indonesia Barat pada Kedeputian Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. rer. nat. Jayadi.
Dalam proposal pembangunan tersebut, porsi terbesar diarahkan untuk sektor infrastruktur transportasi dengan nilai sekitar Rp1,28 triliun, disusul sektor pariwisata dan perdagangan sebesar Rp545 miliar, serta air, sanitasi dan tempat pemrosesan akhir (TPA) sebesar Rp190 miliar.
Pada sektor transportasi, Pemkab Taput mengusulkan sejumlah program tematik, antara lain peningkatan jalan penghubung sentra komoditas pertanian sebesar Rp245,436 miliar, penanganan jalur rawan longsor dan infrastruktur kebencanaan sebesar Rp248,856 miliar, serta peningkatan akses menuju kawasan panas bumi Sarulla senilai Rp136,623 miliar.
Selain itu, terdapat usulan Rp540,948 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi koridor jalan distribusi beras dan jagung.
Infrastruktur tersebut diarahkan untuk menghubungkan lumbung pangan lokal dengan pusat pengolahan dan pasar antarkabupaten.
Untuk mendukung sektor pariwisata, Pemkab Taput mengusulkan anggaran Rp115,536 miliar untuk peningkatan kualitas jalan lingkar pariwisata dan akses menuju Bandara Silangit, termasuk marka, penerangan jalan umum dan fasilitas keselamatan wisatawan.
Sementara untuk pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba, diusulkan anggaran Rp320 miliar yang diarahkan pada pengembangan daya tarik wisata Muara, fasilitas dan penataan dermaga serta amenitas pariwisata.
Pada sektor perdagangan, proposal mencantumkan kebutuhan Rp225 miliar untuk revitalisasi Pasar Rakyat Tarutung, pembangunan pusat distribusi komoditas serta peningkatan fasilitas bagi pelaku UMKM.
Pemkab Taput juga mengusulkan Rp80 miliar untuk penyediaan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kecamatan Muara dan optimalisasi instalasi pengolahan air minum serta perluasan jaringan distribusi perkotaan di Tarutung.
Di bidang lingkungan dan kesehatan, masing-masing diusulkan Rp100 miliar untuk pembangunan TPA modern berbasis sanitary landfill dan pengolahan sampah, Rp15 miliar untuk peningkatan sarana Puskesmas Pembantu serta peralatan kesehatan, dan Rp10 miliar untuk fasilitas sanitasi masyarakat dalam mendukung penanganan stunting.
Proposal tersebut juga menempatkan pertanian modern, pariwisata terintegrasi, serta konektivitas dan pelayanan publik sebagai tiga pilar utama pembangunan Taput.
Pemkab Taput menyebut usulan itu merupakan bagian dari strategi dan akselerasi pembangunan daerah melalui optimalisasi R3P, rencana induk multisektor dan pembaruan penanganan bencana.
Dalam dokumen itu, pemerintah daerah menargetkan pembangunan yang diusulkan dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja serta kemandirian pangan melalui penguatan sektor pertanian, pariwisata dan perdagangan.
Proposal dengan total investasi Rp2,03 triliun tersebut diarahkan untuk memperoleh dukungan sumber pendanaan DAK dan APBN RI melalui sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.