Tanjab Barat, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat bersama masyarakat menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon rahmat dan turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Hari ini kita bersama instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, ASN, tuan-tuan guru, ibu-ibu TP-PKK, anak-anak santri Al-Baqiatush Soliha, dan seluruh elemen masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa," kata Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat di Kuala Tungkal, Selasa.
Shalat Istisqa berlangsung di lapangan Karya Bhakti Kuala Tungkal mulai pukul 15.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penyampaian tata cara shalat.
Selanjutnya, shalat dipimpin oleh Imam Ghazali, dilanjutkan khutbah serta doa bersama yang dipimpin oleh 10 tokoh ulama dari wilayah tersebut.
Bupati menjelaskan, pelaksanaan shalat ini menjadi bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kondisi lingkungan serta upaya menurunkan risiko terjadinya karhutla.
Menurut dia, selain melakukan berbagai upaya penanganan karhutla di lapangan, pemerintah bersama masyarakat juga melakukan ikhtiar melalui doa agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan.
Usai shalat, ia mengajak para orang tua, guru, pondok pesantren, madrasah, dan sekolah untuk terus memanjatkan doa serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kesempatan itu, dia juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat, pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat.
Berdasarkan data Satgas Karhutla Provinsi Jambi, dari Januari hingga akhir Agustus luas lahan yang terbakar telah mencapai 1.776, 56 hektare.
Kebakaran yang paling luas terjadi di Kabupaten Sarolangun dengan luas mencapai 473,64 hektare (ha), disusul Batang Hari 374,50 ha, Muaro Jambi 325 ha, dan Tanjung Jabung Barat 292,30 ha.
Selanjutnya, Tanjung Jabung Timur 189,63, Tebo 96,81 ha, kemudian Bungo dan Merangin,l masing-masing 14 ha dan 10,3 ha.
"Kita juga mengingatkan kepada petani agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat hutan kita," tutupnya.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.