Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, akan memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) ke empat distrik yakni, Sausapor, Fef, Kebar dan Amberbaken sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan dan menekan laju inflasi serta Indeks Perkembangan Harga (IPH) di daerah itu.
Bupati Tambrauw Yeskiel Yesnath di Sorong, Jumat, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus merespons tingginya inflasi dan IPH Kabupaten Tambrauw.
"Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga," katanya.
Ia menjelaskan pengendalian harga pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut dia, selain melalui pasar murah, pemerintah daerah juga terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan tetap terjaga.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tambrauw Kristina Yekwam mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah perdana dipusatkan di Eks Aula Kantor Bupati Tambrauw, Distrik Sausapor, dengan melibatkan Perum Bulog Cabang Sorong serta unsur TNI dan Polri.
"Kita menyediakan lebih dari satu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual seharga Rp60.000 per kemasan lima kilogram serta 1.800 liter minyak goreng dengan harga Rp15.500 per liter," katanya.
Ia mengatakan program tersebut selanjutnya akan diperluas ke Distrik Fef, Kebar, dan Amberbaken agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
"Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas harga dan menekan IPH di Kabupaten Tambrauw," ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong Sigit Baskoro H mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam melakukan intervensi harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.
"Ke depan, Bulog bersama pemerintah setempat juga akan memperkuat kerja sama dalam penyediaan beras dan minyak goreng dengan harga terjangkau, khususnya bagi masyarakat di Distrik Fef dan wilayah sekitarnya melalui koordinasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan," ujarnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.