Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menggandeng kalangan akademisi untuk mengembangkan bibit bawang putih dari hasil penanaman perdana sebagai bagian dari upaya memperluas budidaya komoditas tersebut di daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang Tono Suhartono mengatakan keterlibatan akademisi diperlukan untuk mengkaji hasil penanaman sekaligus menentukan pola pengembangan bawang putih yang sesuai dengan kondisi Sumedang.
"Kita akan melibatkan tenaga ahli, termasuk akademisi, untuk melihat hasil penanaman ini dan bagaimana pengembangannya ke depan supaya bisa berkelanjutan," katanya di Sumedang, Senin.
Menurut dia, penanaman perdana dilakukan pada lahan seluas satu hektare dengan kondisi lokasi berada di sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Hasil panen dari lahan tersebut nantinya tidak seluruhnya dimanfaatkan untuk konsumsi, tetapi sebagian diproses menjadi bahan tanam untuk mendukung penanaman berikutnya.
DPKP mengalokasikan sekitar 50 persen hasil panen perdana bersama Polres Sumedang untuk kebutuhan bibit.
Apabila produksi mencapai target tujuh ton, jumlah yang dapat dimanfaatkan sebagai calon bibit sekitar 3,5 ton.
Tono mengatakan hasil panen yang akan digunakan sebagai bibit harus melalui penanganan pascapanen agar kualitasnya tetap terjaga sehingga kebutuhan alat pengering atau UV dryer serta gudang penyimpanan turut menjadi perhatian dalam pengembangan program tersebut.
"Kalau mau dijadikan bibit, proses pengeringannya harus benar. Kadar airnya kita jaga sekitar 12 sampai 14 persen agar kualitasnya tetap baik saat disimpan," ujarnya.
Ia menjelaskan hasil kajian dan pendampingan akademisi nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan pengembangan pada lahan yang lebih luas, termasuk melihat kecocokan varietas, teknik budidaya, hingga pengelolaan bibit.
Potensi perluasan tersebut didukung kondisi geografis Sumedang yang memiliki sekitar 17.464,78 hektare wilayah dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang.
Jika hasil uji coba dan kajian menunjukkan perkembangan yang baik, pengembangan bawang putih akan diperluas secara bertahap dengan target awal mencapai lima hektare.
Tono mengatakan kolaborasi dengan akademisi, petani dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menghasilkan pola budidaya serta sumber bibit yang dapat digunakan untuk memperkuat pengembangan bawang putih di Sumedang.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.