Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memperkuat ekosistem digital dalam pengelolaan zakat di wilayah tersebut agar lebih transparan dan akuntabel.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, di Sumedang, Jumat, mengatakan transparansi yang dihasilkan dari sistem elektronik tersebut sangat penting untuk menciptakan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat di daerah.
“Dengan sistem elektronik, kita bisa melihat secara transparan berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan untuk apa penggunaannya. Ketika pengelolaan dilakukan dengan baik dan transparan, akan muncul kepercayaan publik,” katanya.
Ia menjelaskan kepercayaan masyarakat merupakan modal penting untuk meningkatkan partisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Terlebih, pengelolaan zakat menjadi instrumen penting dalam menghadirkan bantuan dan upaya memperkuat kesejahteraan umat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat agar mandiri.
"Kalau Baznas sudah terpercaya, saya yakin masyarakat akan datang dengan kesadaran sendiri untuk menunaikan zakat. Karena itu, kepercayaan harus terus dijaga melalui pengelolaan yang baik, transparan, dan memberikan manfaat nyata,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, dia mengatakan bahwa Pemkab Sumedang juga telah memiliki peraturan daerah yang diarahkan untuk mendukung pengelolaan zakat agar dapat dirasakan secara maksimal.
Selain itu, pihaknya juga telah memberikan dukungan anggaran dari APBD sebesar Rp1,1 miliar yang diharapkan mampu mendorong pengelolaan zakat yang menghasilkan penghimpunan hampir Rp50 miliar.
Bupati menilai capaian tersebut dapat menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi zakat agar manfaatnya dapat terasa maksimal oleh masyarakat.
Ia juga berharap Baznas dapat terus meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat serta memperkuat inovasi dalam pengelolaan zakat sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.