Elephants

Pemkab Sorong bantu ternak kambing untuk dua kelompok peternak - ANTARA News Papua Tengah

July 31, 2026

Kabupaten Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mengalokasikan bantuan sebanyak 15 ekor kambing pada 2026 kepada dua kelompok peternak di daerah itu.

Pemkab Sorong menargetkan peningkatan produksi kambing lokal untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat, terutama untuk kebutuhan akikah dan Hari Raya Idul Adha yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Bupati Sorong Ahmad Sutedjo di Sorong, Jumat, mengatakan kebutuhan kambing di Kabupaten Sorong terus meningkat, namun ketersediaan ternak lokal belum mampu memenuhi permintaan sehingga pedagang masih mendatangkan kambing dari daerah lain.

"Kebutuhan kambing di Sorong cukup tinggi. Ketika ada akikah maupun kebutuhan lainnya, kita masih kekurangan sehingga harus didatangkan dari luar daerah," katanya.

Ia berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong dapat memperluas program pengembangan ternak kambing sebagaimana yang telah dilakukan pada komoditas sapi dan unggas.

Menurut dia, peningkatan populasi kambing tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi peternak lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Papua Barat Daya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong Margariet Beatriks Hendrika Nauw mengatakan pihaknya  mengupayakan pengembangan ternak kambing secara bertahap agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idul Adha, dapat dipenuhi dari hasil peternakan lokal.

"Kami berharap ke depan kebutuhan kambing untuk Idul Adha maupun kebutuhan masyarakat lainnya bisa dipenuhi dari Kabupaten Sorong sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan pada tahun ini Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengalokasikan bantuan sebanyak 15 ekor kambing untuk disalurkan kepada dua kelompok peternak di Kabupaten Sorong.

Saat ini, kata dia, dinas masih melakukan verifikasi administrasi dan survei lapangan untuk memastikan calon penerima bantuan memenuhi persyaratan dan berdomisili sesuai proposal yang diajukan.

Margariet menjelaskan program bantuan kambing sebelumnya pernah dijalankan, namun dihentikan setelah hasil evaluasi menunjukkan tingkat keberhasilannya masih rendah akibat tingginya angka kematian ternak.

Menurut dia, kambing memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan sapi, terutama terhadap perubahan cuaca dan pola pemeliharaan yang kurang baik.

"Banyak kambing dipelihara dengan cara dilepas bebas sehingga terkena hujan terus-menerus dan mudah terserang penyakit. Ke depan kami memperkuat pendampingan agar pemeliharaan dilakukan di kandang sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi," katanya.

Selain penyaluran bantuan ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong juga meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok peternak melalui edukasi manajemen pemeliharaan, pengendalian penyakit, serta pelayanan kesehatan hewan.

"Kami berharap pengembangan ternak kambing dapat meningkatkan pendapatan peternak, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta secara bertahap mewujudkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan daging kambing masyarakat dari produksi lokal," harapnya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.