Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyiapkan anggaran sekitar Rp500 juta untuk pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di daerah itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan anggaran tersebut berasal dari dana insentif pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri yang diterima Pemerintah Provinsi Bengkulu.
"Dari total alokasi provinsi tersebut, Kabupaten Rejang Lebong memperoleh dukungan dana sebesar kurang lebih Rp500 juta," kata Hendri.
Ia mengatakan, kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum menggerakkan perekonomian masyarakat, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang," ujarnya.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya menerima dana insentif sebesar Rp6 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dalam menekan angka pengangguran, menangani stunting, serta mengendalikan inflasi.
Pemkab Rejang Lebong juga merencanakan menghadirkan tiga artis nasional untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Sejumlah nama yang masih dibahas antara lain Repvblik, Pasha Ungu, dan Judika.
"Nama-nama artisnya masih dalam pembahasan dan belum final. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Rejang Lebong agar rangkaian acara ini berjalan sukses," katanya.
Hendri berharap Gebyar Semarak Merah Putih mampu menarik kunjungan masyarakat, sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama bagi pedagang kuliner dan pelaku UMKM yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.