Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) berkolaborasi untuk mewujudkan program pondok pesantren mandiri pangan.
Rombongan Guru Besar IPB sudah melakukan audiensi dalam rangka memperkenalkan sekaligus membahas "Program Dosen Pulang Kampung" 2026 di Kabupaten Probolinggo sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pondok pesantren dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya melalui program “Model Pesantren Mandiri Pangan melalui Pembelajaran Pertanian Berbasis Alam di Probolinggo.
"Kami menilai pesantren mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk di sektor pertanian," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris dalam keterangannya di Probolinggo, Sabtu.
Menurutnya, lahan yang tersedia di lingkungan pesantren dapat dimanfaatkan secara produktif dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan IPB adalah pemanfaatan pupuk organik dan biopestisida sebagai alternatif dalam penerapan pertanian sehat.
Pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kegiatan pertanian.
"Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam pembangunan daerah karena dapat memberikan penguatan melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan pendampingan kepada masyarakat," tuturnya.
Ia mengatakan pesantren memiliki potensi yang besar untuk ikut mengambil peran dalam membangun kemandirian pangan.
"Tidak hanya mencetak generasi yang kuat secara keagamaan, tetapi juga generasi yang mempunyai keterampilan dan mampu mengembangkan potensi di bidang pertanian," katanya.
Ia menjelaskan pengembangan pertanian di lingkungan pesantren juga dapat menjadi bagian dari upaya regenerasi petani.
"Generasi muda perlu diberikan pemahaman bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan sektor strategis yang dapat dikembangkan menjadi profesi sekaligus sumber ekonomi,” katanya.
Sementara Ketua Tim Guru Besar IPB Prof. Abdul Munif menjelaskan program Dosen Pulang Kampung merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pesantren mandiri pangan," katanya.
Ia mengatakan lingkungan pesantren memiliki modal sosial yang kuat karena berhubungan langsung dengan masyarakat serta memiliki generasi muda yang dapat menjadi motor penggerak.
"Pengembangan pertanian di pesantren dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan potensi masing-masing. Lahan yang tidak terlalu luas pun tetap dapat dimanfaatkan dengan penerapan teknologi dan metode pertanian yang sesuai," ujarnya.
Ia berharap para santri mulai melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek ekonomi.
"Dengan penguasaan ilmu dan teknologi, pertanian tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru bagi generasi muda," katanya.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.