Elephants

Pemkab Pasaman Barat serahkan aset untuk SNT kepada Kemendikdasmen

October 16, 2026

Pemkab Pasaman Barat serahkan aset untuk SNT kepada Kemendikdasmen

Jumat, 16 Oktober 2026 19:33 WIB

Image Print

Bupati Pasaman Barat Yulianto saat menyerahkan aset tanah untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Kamis (15/10/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Pasaman Barat.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyerahkan aset tanah untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Penyerahan aset ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima aset oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto," kata Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Pedri di Simpang Empat, Jumat.

Menurutnya langkah ini dilakukan setelah proses pemecahan sertifikat lahan seluas 20 hektare dari sertifikat induk selesai.

Lahan tersebut disiapkan sebagai lokasi pembangunan SNT di Kabupaten Pasaman Barat.

Pembangunan sekolah tersebut direncanakan mulai November 2026 dengan perkiraan anggaran awal Rp340 miliar.

"Tim teknis Kemendikdasmen Riqsal juga menyampaikan pembangunan sekolah ditargetkan dimulai pada November 2026. Dengan rencana tersebut, SNT Pasaman Barat diharapkan sudah dapat memulai kegiatan belajar mengajar pada Juni 2027," katanya.

Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program sekolah unggulan non asrama yang digagas Kemendikdasmen untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas dan mendorong pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah.

Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan jenjang SMP hingga SMA/SMK dalam satu ekosistem pembelajaran berkelanjutan, mulai kelas VII hingga XII.

Kurikulumnya mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya dengan pendekatan global, sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (science, technology, engineering and mathematics atau STEM), serta pengembangan potensi unggulan daerah.

Untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan personal, jumlah peserta didik direncanakan dibatasi maksimal 20 siswa per kelas.