Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan, sehingga target penurunan kemiskinan menjadi 10,30 persen bisa tercapai di 2026.
"Program penurunan kemiskinan terus ditingkatkan, agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat, khususnya keluarga miskin dan kelompok rentan," kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah saat acara evaluasi program penanggulangan kemiskinan daerah di kantor bupati di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan, angka kemiskinan Lombok Tengah pada 2025 berada di angka 10,68 persen. Capaian tersebut menempatkan Lombok Tengah pada urutan ketiga terendah di NTB setelah Kota Mataram sebesar 10,55 persen dan Kota Bima sebesar 10,61 persen.
"Angka kemiskinan tersebut turun dari 12,07 persen pada 2024. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan angka kemiskinan kembali turun menjadi sekitar 10,30 persen pada 2026," katanya.
Kecamatan Pujut tercatat memiliki angka kemiskinan 11,77 persen atau 16.037 jiwa, disusul Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa dan Kecamatan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.
Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemkab Lombok Tengah menerapkan strategi “3 Pintu” pada 2026.
"Strategi tersebut diarahkan agar program pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," katanya.
Pintu kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan IKM, peternakan, perikanan, serta program padat karya.
Sementara pintu ketiga difokuskan pada pengurangan kantong kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air minum, sanitasi, serta peningkatan akses pendidikan.
Melalui strategi tersebut, penanganan kemiskinan diharapkan tidak hanya menghasilkan penurunan angka secara statistik, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa berkurangnya beban hidup masyarakat, meningkatnya peluang memperoleh pendapatan, serta membaik kualitas hunian dan pelayanan dasar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah H Lalu Firman Wijaya menekankan pentingnya kolaborasi Bapperida bersama seluruh organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, program penanggulangan kemiskinan perlu dilaksanakan menggunakan indikator yang terukur.
"Sehingga intervensi pemerintah dapat semakin tepat sasaran dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026