Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung menekankan pentingnya warga tetap menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana meski status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) telah turun dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).
“Penurunan status tersebut bukan berarti kewaspadaan kita ikut menurun. Batas aman dan ketentuan keselamatan tetap harus dipatuhi,” kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan M Darmawan saat memimpin Apel Mingguan di Lapangan Korpri, Kalianda, Senin.
Ia mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat agar tetap mematuhi ketentuan keselamatan meskipun tren aktivitas GAK menunjukkan penurunan.
Menurut dia, kesiapsiagaan bencana harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi.
Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga menjadi Level II Waspada
Oleh karena itu, perangkat daerah diminta memastikan berbagai aspek pendukung penanggulangan bencana telah dipersiapkan sejak dini.
Persiapan tersebut antara lain mencakup pemutakhiran data kebencanaan, kesiapan jalur evakuasi, serta pembagian tugas dan peran masing-masing pihak dalam menghadapi kondisi darurat.
“Prinsipnya sederhana, kita tidak ingin masyarakat panik, tetapi masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan. Tetap tenang, tetapi jangan lengah,” ujarnya.
Dia mengatakan langkah tersebut diperlukan agar masyarakat dapat tetap tenang sekaligus memahami tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.
Sebelumnya, GAK berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 akibat peningkatan aktivitas kegempaan dan deformasi. Selama periode tersebut tercatat 224 kali erupsi hingga 3 September 2026.
Gunung api tersebut juga sempat mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4 hingga 6 September 2026 yang menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat, hingga barat daya.
Meski tingkat aktivitas kini menurun, masyarakat di wilayah pesisir Lampung dan Banten tetap diminta mengikuti informasi resmi Badan Geologi dan BPBD serta mewaspadai potensi perubahan aktivitas vulkanik.
Baca juga: Luas Anak Krakatau capai 341,5 hektare, lampaui sebelum longsor 2018
Baca juga: Badan Geologi deteksi kemunculan dua pulau baru di sekitar Krakatau
Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.