Gresik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gresik mencatat realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp11,4 triliun atau sekitar 38 persen dari target investasi daerah sebesar Rp30 triliun tahun ini.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan capaian tersebut menunjukkan Gresik tetap memiliki daya tarik sebagai salah satu tujuan investasi di Jawa Timur di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat," katanya saat membuka The 1st Gresik Business Forum di Gresik, Kamis.
Menurut dia, investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ia menambahkan Gresik memiliki keunggulan berupa kawasan industri, pelabuhan, infrastruktur, serta ketersediaan energi dan utilitas. Namun, kepastian tata ruang dan pelayanan perizinan yang cepat tetap menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat konektivitas menuju kawasan industri serta menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pelatihan kerja, pendidikan vokasi, dan program magang.
"Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran," ujarnya.
Dalam forum yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelaku usaha, kawasan industri, perbankan, akademisi, dan perangkat daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menawarkan lima peluang investasi strategis, yakni industri pengolahan logam tembaga, alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, industri farmasi, serta pengolahan hasil perikanan bernilai tambah.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.