Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meminta masyarakat dari utara hingga selatan ikut mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Jumat, mengatakan selama satu pekan terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah di Cianjur termasuk di kawasan Gunung Gede.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat hukum guna melakukan tindakan tegas ketika kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kerugian yang dialami masyarakat maupun pemerintah.
"Semua lapisan masyarakat harus ikut dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan larangan yang sudah disosialisasikan termasuk menjaga alam yang saat ini sudah menjaga kita," katanya.
Masyarakat di seluruh Kabupaten Cianjur diminta tidak menebang pohon sembarangan karena selama kemarau pohon banyak menyimpan cadangan air yang dapat digunakan untuk memadamkan api ketika kebakaran.
Termasuk menjaga kelestarian alam di sekitar tempat tinggal agar saat musim penghujan tiba tidak terjadi bencana karena pohon besar dapat menahan tanah dan menyerap air.
Saat musim kemarau masyarakat harus mematuhi larangan tidak melakukan pembakaran sampah dan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan yang sebagian besar mengering dan mudah terbakar.
"Semua lapisan harus menjaga dan saling mengingatkan termasuk di lingkungan tempat tinggal dengan rajin memantau situasi termasuk memastikan keamanan dapur di luar rumah, tidak membakar dan membuang puntung rokok sembarangan," katanya.
Pihaknya mendata sepanjang bulan Agustus telah terjadi kebakaran lahan di 10 kecamatan. Meski tidak sampai menjalar ke perkampungan, hal tersebut harus diantisipasi dengan rutin melakukan pengawasan termasuk melakukan ronda malam.
"Segera melapor ke dinas terkait seperti BPBD dan Damkar Cianjur ketika melihat titik api yang membakar lahan atau hutan. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindak cepat oleh petugas," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.