Pemkab Batang mengajak warga waspadai penyakit ISPA
Sabtu, 19 September 2026 14:44 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi (kanan)). (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memakai masker dan kacamata.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa dengan memasuki musim kemarau akan mudah menimbulkan kerawanan penyebaran penyakit ISPA sehingga masyarakat perlu menjaga kebersihan.
"Kami berpesan pada warga bisa menjaga sanitasi dan selalu memakai masker saat di luar rumah agar tidak mudah terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut," katanya.
Menurut dia, kondisi wilayah yang berdebu dan berasap akan memudahkan risiko gangguan kesehatan terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan mata.
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Selain debu, asap dari aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat juga menjadi salah satu sumber polusi udara yang perlu diwaspadai," katanya.
Demikian pula, kata dia, warga yang telah memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan seperti asma, juga diminta lebih berhati-hati.
"Apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, warga dengan kondisi tersebut dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara kurang bersahabat," katanya.
Ia mengatakan pihaknya terus mengkampanyekan pada warga agar menjaga kebersihan dan pola makan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan memakai sabun, banyak minum air putih, dan konsumsi buah segar.
Penyakit infeksi saluran pernapasan akut, kata dia, bisa disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur, serta penyebarannya melalui udara.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.