Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjaga ketersediaan pangan dan air bagi masyarakat sebagai respons terhadap dampak El Nino yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Sekda Nabire Yulianus Pasang di Nabire, Rabu, mengatakan pemerintah menyalurkan bantuan beras untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat selama kondisi kering berlangsung.
“Untuk ketahanan pangan, kita sudah membantu satu ton beras per kampung. Ada 72 kampung di Nabire yang mendapatkan bantuan di awal musim El Nino,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan tambahan bantuan beras kepada distrik yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama wilayah yang mengalami tekanan akibat kondisi kering.
Tambahan bantuan tersebut disalurkan ke Distrik Nabire, Nabire Barat, Kimi, Makimi, Topo, Yaro, dan Wanggar dengan masing-masing memperoleh 64 ton beras.
Selain pangan, pemerintah juga memperhatikan kebutuhan air masyarakat yang turut terdampak kondisi kekeringan, terutama di wilayah yang menjadi sentra pertanian.
Ia mengatakan, Nabire Barat dan Yaro menjadi wilayah yang membutuhkan perhatian karena aktivitas pertanian masyarakat cukup tinggi sehingga ketersediaan air menjadi kebutuhan penting.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Nabire bersama Kodim 1705/Nabire membangun sumur bor pada sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air.
Menurutnya, sumur bor yang dibangun tersebut telah dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi kekeringan.
Upaya penyediaan pangan dan air dilakukan pemerintah untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama dampak El Nino masih berlangsung.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan menjaga ketersediaan pangan di tingkat keluarga.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.