Bagikan:
JAKARTA – Pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus dan insentif ekonomi pada paruh kedua 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan target pertumbuhan pada 2026 sebesar 5,4 persen dapat tercapai.
Adapun rotal anggaran yang dialokasikan untuk Paket Stimulus Ekonomi Semester II mencapai Rp26,34 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen secara kumulatif, dan capaian tersebut perlu dijaga agar pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas level 5 persen hingga akhir tahun.
"Semester 2 tentu kita menargetkan tahun ini kan sesuai dengan APBN 5,4 (persen), jadi tentu kita harus menjaga momentum pertumbuhan di atas 5 (persen)," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Kamis, 6 Agustus.
Ia menambahkan pada semester II 2026, pemerintah mengandalkan sejumlah motor penggerak ekonomi, mulai dari investasi, belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, hingga aktivitas ekspor dan impor untuk mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
"Kita mengharapkan dari segi investasi sebagai penggerak, kemudian dari belanja pemerintah, dan juga daya beli masyarakat, serta dari impor dan ekspor," ucapnya.
Airlangga menyampaikan untuk menopang pertumbuhan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program stimulus salah satunya adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat dengan tujuan untuk menekan inflasi.
Pemerintah juga kembali memberikan insentif transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru) yaitu meliputi potongan sebesar 30 persen untuk tarif kereta api dan angkutan laut, pembebasan tarif kepelabuhanan, serta fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi tiket pesawat kelas ekonomi.
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah meluncurkan program magang nasional bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi dengan masa magang selama enam bulan dan memperoleh upah dari pemerintah.
"Dari hasil yang kemarin dari evaluasi 60 persen dari program yang ikut magang itu diterima di perusahaan di tempat mereka magang, dan dalam program ini mereka masih mendapatkan upah dari pemerintah." jelasnya.
Selain itu, pemerintah menargetkan 250.000 pelajar dan angkatan kerja muda mengikuti program pelatihan vokasi guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Sementara untuk mendongkrak sektor pariwisata, Garuda Indonesia akan menjalankan program promosi khusus ke 33 destinasi wisata dengan target menarik sekitar 178.000 wisatawan mancanegara.
Pemerintah juga akan mengoptimalkan penyelenggaraan berbagai ajang internasional, seperti MotoGP Mandalika, Borobudur Marathon, dan festival musik berskala besar sebagai daya tarik wisata.
"Ke depan kami sudah bicara juga dengan Ibu Menteri Pariwisata bahwa event itu menjadi salah satu cara untuk menarik turis datang ke Indonesia," jelasnya.
Di sektor energi, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Kebijakan tersebut didukung peran APBN sebagai bantalan fiskal (shock absorber) di tengah tingginya harga minyak dunia dimana sepanjang semester I/2026, rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) tercatat mencapai 90,46 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi dalam APBN.
BACA JUGA:
“Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran,” tuturnya.
Sementara dari sisi konektivitas, pemerintah juga memperkuat kerja sama transportasi udara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Thailand yaitu mencakup pembukaan rute penerbangan TransNusa dari Bangkok ke Jakarta serta Phuket ke Denpasar
"Sebelumnya juga dengan Belarus, Bapak Presiden sudah membahas untuk memberikan kesempatan bagi Belarus untuk terbang langsung ke destinasi-destinasi di Indonesia," tutupnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+