Elephants

Pembunuhan Ali Khamenei Dinilai Jadi Kesalahan Strategis Israel, Netanyahu Disalahkan

October 11, 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Jakarta, VIVA –Pemimpin Partai Demokrat yang merupakan bagian dari oposisi Israel, Yair Golan mengatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada awal perang terbaru merupakan sebuah kesalahan yang pada akhirnya merugikan kepentingan strategis Israel. Dalam wawancara dengan jurnalis Yossi Yehoshua di sebuah acara kebudayaan di Rishon LeZion, Golan mengatakan dirinya sangat yakin bahwa keputusan untuk membunuh pemimpin Iran tersebut merupakan langkah yang keliru.

Baca Juga

“Saya benar-benar yakin bahwa membunuh Khamenei yang lebih tua merupakan sebuah kesalahan. Bukan karena dia tidak pantas mati, melainkan karena tindakan itu tidak menguntungkan Negara Israel. Selalu ada keuntungan tersendiri jika suatu negara dipimpin oleh pemimpin yang sudah lanjut usia dan telah lama menjabat. Saat itu, usianya sudah 86 tahun," kata Golan dikutip dari laman ynetnews, Senin (12/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Golan juga menilai Operasi Roaring Lion, operasi militer terbaru Israel terhadap Iran, telah memperburuk posisi strategis Israel dalam jangka panjang.

Baca Juga

"Menurut saya, putra Khamenei, jika memang masih menjalankan tugasnya, berada di bawah kendali kelompok paling ekstrem dalam kepemimpinan Iran. Setelah kami menyingkirkan lapisan tertinggi kepemimpinan mereka, yang tersisa justru orang-orang yang lebih ekstrem dan lebih kejam," kata dia. 

Golan menyebut Israel berada pada puncak pencapaiannya dalam menghadapi Iran pada akhir Operasi Rising Lion. Dari sudut pandang strategi jangka panjang, Operasi Roaring Lion justru memperburuk posisi Israel karena Netanyahu sendiri menetapkan tujuan yang tidak realistis dan tidak pernah tercapai, yakni menggulingkan rezim Iran.

Baca Juga

Netanyahu Dinilai Menyia-nyiakan Peluang Strategis yang Luar Biasa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahan di platform X setelah wawancara tersebut, Golan memperluas kritiknya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia berpendapat bahwa kegagalan bukan terletak pada operasi militer itu sendiri, melainkan pada tidak adanya strategi diplomatik untuk memanfaatkan hasil operasi tersebut.

“Inilah kegagalan yang saya maksud, dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Netanyahu. Pembunuhan Khamenei yang lebih tua seharusnya bisa menjadi titik balik bersejarah. Namun, karena kesombongan dan pertimbangan untuk mempertahankan kekuasaan politik, Netanyahu menyia-nyiakan peluang strategis yang luar biasa. Alih-alih memimpin inisiatif diplomatik regional yang dapat menjamin keamanan Israel, ia justru menjual harapan palsu kepada Amerika Serikat mengenai penggulingan rezim Iran, tanpa strategi diplomatik untuk memastikan apa yang akan terjadi setelahnya,” tulis Golan.

Halaman Selanjutnya

Ia berpendapat bahwa penyingkiran para pemimpin senior Iran justru memperkuat tokoh-tokoh yang lebih radikal di dalam struktur keamanan negara tersebut.