Elephants

Pemain Soeratin U-13 Lakukan Tendangan Horor Dihukum Larangan Bermain

August 24, 2026

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, yang melakukan tendangan membahayakan pada babak enam besar Piala Soeratin U-13 disanksi larangan bermain hingga kompetisi selesai.

Sanksi tegas itu disampaikan Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji. Selain dihukum larangan bermain hingga kompetisi rampung, Firmansyah juga didenda Rp10 juta. Ini merujuk pada Kode Disiplin Tahun 2025 pasal 48 jo pasal 49 dan pasal 78.

Mataram Utama saat ini tengah berkancah dalam Piala Soeratin U-13 regional DIY. Namun, Firmansyah dipastikan tidak bisa merumput jika klubnya lolos ke putaran nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim maupun pemain tak bisa mengajukan banding terkait dengan hukuman itu, mengacu pasal 117 Kode Disiplin Tahun 2025. Pengulangan terhadap pelanggaran akan berakibat terhadap sanksi yang lebih berat.

Firmansyah disanksi tegas karena melakukan aksi berbahaya ke arah pemain lawan saat melawan Baturetno FC pada babak 6 besar Piala Soeratin U-13 regional DIY di Lapangan Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8).

Dalam rekaman video laga yang beredar, nampak salah seorang pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy terkena tendangan berbahaya Firmansyah.

Firmansyah terlihat melompat dan mengangkat tinggi kakinya hingga mengenai kepala pemain Baturetno yang kemudian tersungkur di tengah lapangan.

Wasit kemudian hanya memberikan Firmansyah kartu kuning. Keputusan tersebut sempat menimbulkan protes dari kubu Baturetno.

Atas kejadian itu, Wendy menuturkan, kedua tim telah menggelar mediasi pada Sabtu (22/8) dan sepakat saling memaafkan.

"Sudah menemukan kata mufakat untuk bisa saling memaafkan dan membangun sepak bola yang positif ke depannya," kata Wendy, Senin (24/8).

Ia menambahkan, penanganan kasus ini bukan semata berorientasi pada hukuman. Mengingat, Piala Soeratin U-13 adalah bagian dari pembinaan pemain usia muda.

"Kasusnya adalah pada saat di kelompok usia ini tidak bisa diperlakukan hukuman seperti itu, karena ini sifatnya adalah di kelompok umur, masih proses pembinaan," ungkapnya.

Pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy, yang menjadi korban sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah mengaku mengalami pusing dan mual dalam perjalanan sepulang laga.

Saat ini Adskhan sudah bisa kembali ke rumah dan hasil observasinya dinyatakan baik. Wendy berharap, sang pemain lekas pulih dan bisa kembali memperkuat timnya di Piala Soeratin U-13 2026.

[Gambas:Video CNN]

(kum/kum/jun)