Pelni Jayapura imbau warga beli tiket Natal-Tahun Baru 2027 lebih awal
Senin, 19 Oktober 2026 04:46 WIB
Kepala Cabang PT Pelni Jayapura Daulat Apul Grevasius (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Jayapura (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jayapura, Papua, mengimbau masyarakat membeli tiket kapal untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 lebih awal atau jauh hari sebelum keberangkatan guna memastikan ketersediaan tiket dan kelancaran perjalanan.
Kepala Cabang PT Pelni Jayapura Daulat Apul Grevasius di Jayapura, Minggu, mengatakan, pihaknya memperkirakan jumlah penumpang mulai meningkat pada pertengahan hingga akhir November 2026 seiring mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru 2027.
“Pemesanan tiket untuk keberangkatan Desember sudah ada, meskipun persentasenya masih rendah," katanya.
Menurut Daulat, pihaknya membuka penjualan tiket 60 hari sebelum keberangkatan kapal sehingga masyarakat sudah bisa merencanakan perjalanan lebih awal.
"Kami telah menyiapkan pola operasional kapal untuk mengantisipasi peningkatan penumpang selama periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," ujarnya.
Dia menjelaskan biasanya pada bulan normal, kapal Pelni yang melayani rute dari Jayapura tercatat sekitar delapan hingga 10 kali kunjungan dan Desember 2026, jumlah kunjungan kapal dipersiapkan meningkat menjadi 15 kali.
"Pengaturan jadwal tersebut juga telah kami lakukan untuk mengakomodasi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, terutama menjelang perayaan Natal," katanya lagi.
Dia menambahkan, pihaknya juga meminta dukungan instansi terkait, seperti Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), Pelindo dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), untuk membantu memastikan hanya penumpang yang memiliki tiket yang dapat memasuki area dermaga dan naik ke kapal.
"Pengawasan bersama diperlukan untuk mencegah penumpang tanpa tiket naik ke kapal karena tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026