Elephants

Pejabat PBB serukan upaya wujudkan gencatan senjata di Ukraina

September 24, 2026

PBB (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo pada Rabu (23/9) menyerukan upaya untuk mewujudkan gencatan senjata segera, menyeluruh, dan tanpa syarat di Ukraina.

Hampir lima tahun perang berlangsung, Rusia dan Ukraina kini menghadapi pilihan sulit antara konflik yang lebih luas atau secara sadar memilih jalan menuju perdamaian, kata DiCarlo kepada Dewan Keamanan PBB.

"Pilihan tersebut akan berdampak pada kita semua," ujarnya.

DiCarlo mengatakan bahwa keterlibatan diplomatik harus diiringi dengan deeskalasi yang bermakna. Tanpa hal itu, bahaya bagi warga sipil, kawasan yang lebih luas, serta perdamaian dan keamanan internasional hanya akan semakin besar.

Dia menegaskan kembali seruan badan dunia itu agar upaya diplomatik ditingkatkan guna mencapai gencatan senjata yang segera, menyeluruh, dan tanpa syarat sebagai langkah awal menuju perdamaian yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan di Ukraina.

DiCarlo memperingatkan bahwa konflik di Ukraina sedang memasuki fase baru yang berbahaya, ditandai dengan serangan yang semakin intensif setiap hari, jumlah korban sipil yang terus bertambah, kehancuran yang meluas, meningkatnya risiko konflik merembet ke wilayah lain, serta dampak yang jauh melampaui medan perang.

"Sejak pecahnya konflik pada Februari 2022, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) telah memverifikasi sedikitnya 17.257 warga sipil tewas dan 53.693 lainnya terluka di Ukraina," kata DiCarlo.

Dampak konflik terhadap warga sipil di Rusia juga meningkat secara signifikan selama setahun terakhir. Menurut dia, dari Januari hingga Agustus, otoritas Rusia melaporkan 443 warga sipil tewas dan 2.932 lainnya terluka di Rusia, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

DiCarlo mengatakan dalam hukum humaniter internasional sudah jelas bahwa serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang. Serangan-serangan tersebut tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.