Elephants

Pejabat Fatah sebut pemilu legislatif Palestina mungkin ditunda

September 11, 2026

Ramallah (ANTARA) - Seorang pejabat senior Fatah pada Kamis (10/9) mengatakan bahwa pemilihan umum (pemilu) legislatif Palestina mungkin tidak akan digelar sesuai jadwal pada 28 November, seraya menyerukan dialog nasional yang komprehensif sebelum pemungutan suara dilakukan.

Jibril Rajoub, sekretaris jenderal Komite Sentral Fatah, mengatakan kepada para reporter di Kota Ramallah, Tepi Barat, bahwa "ada indikasi pemilu tidak dapat digelar pada 28 November."

"Namun, pemilu telah dan harus tetap menjadi pilihan strategis dan jalan kita menuju pemerintahan," imbuhnya, seraya menekankan perlunya dialog nasional Palestina yang komprehensif untuk mencapai konsensus mengenai mekanisme pelaksanaan pemilu.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Juli mengeluarkan dekret yang menetapkan 28 November sebagai tanggal pelaksanaan pemilu legislatif, sementara pemilu presiden akan digelar pada kuartal pertama 2027.

Sebelumnya, Abbas menyetujui sejumlah amendemen terhadap undang-undang pemilu, termasuk menambah jumlah kursi Dewan Legislatif menjadi 200, menurunkan batas usia minimum kandidat menjadi 23 tahun, meningkatkan keterwakilan perempuan, serta mewajibkan seluruh kandidat mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina.

Hamas menolak amendemen tersebut dengan mengatakan bahwa perubahan ini akan memperkuat apa yang disebut oleh kelompok itu sebagai kendali "sepihak" atas sistem politik Palestina.

Pemilu legislatif Palestina terakhir digelar pada 2006, ketika Hamas memenangkan mayoritas kursi di Dewan Legislatif. Ketegangan yang kemudian terjadi antara Hamas dan Fatah menyebabkan perpecahan politik dan geografis antara Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pada April, warga Palestina telah memberikan suara dalam pemilu lokal di Tepi Barat dan Kota Deir al-Balah di pusat Jalur Gaza, yang menandai proses pemungutan suara pertama sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.