Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan kualitas air produksi dari air bersih menjadi air layak minum.
"Selama ini kita baru mampu menyediakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, ke depan kita perbaiki kualitas air produksi ini menjadi layak minum," kata Direktur PDAM Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat Harpandi di Mentok, Jumat.
Untuk mewujudkan ambisi itu, pihaknya telah melakukan beberapa langkah nyata seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, peningkatan sarana dan prasarana pendukung dan tata kelola perusahaan yang lebih baik.
"Sekarang itu kita sedang melakukan uji coba pengolahan air agar semakin berkualitas, selain itu para pegawai juga kita ikutkan pelatihan di Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), ini akan kita laksanakan secara berkala," katanya.
Menurut dia, tanpa pelatihan yang memadahi akan sulit bagi para pegawai meningkatkan kualitas air yang ada di daerah itu menjadi air layak minum karena air di daerah itu berkadar logam tinggi.
Para pegawai juga akan diberikan kesempatan melakukan studi banding di beberapa perusahaan air minum milik pemerintah daerah yang sudah berhasil menyediakan air layak minum.
"Meskipun saat ini air produksi kita sudah cukup jernih dan bersih, namun kita masih perlu melakukan pengolahan kembali agar layak minum dan tidak membahayakan kesehatan jika dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
Ia menargetkan dalam dua tahun ke depan rencana tersebut bisa berhasil sehingga perusahaan bisa semakin berkembang dan mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan.
"Untuk saat ini kita sudah mampu memproduksi air minum dalam kemasan botol plastik, namun ke depan kita berupaya agar air yang kita salurkan ke pelanggan juga bisa dikonsumsi, bukan hanya untuk mandi dan mencuci," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.