Elephants

Paus Leo sampaikan duka cita atas gempa NTT

August 21, 2026

Paus Leo sampaikan duka cita atas gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 07:09 WIB

Image Print

Paus Leo XIV memimpin Misa di Basilika Santa Maria degli Angeli di Assisi, Italia, pada 6 Agustus 2026. Paus melakukan kunjungan pastoral ke Assisi—tempat kelahiran dan wafatnya Santo Fransiskus—di mana beliau bertemu dengan para peserta muda dalam acara Go! Franciscan Youth Meeting 2026. ANTARA/Riccardo De Luca - Anadolu Agency /pri.

Jakarta (ANTARA) - Paus Leo XIV menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Ungkapan duka cita tersebut diunggah pada laman media sosial KBRI Vatikan, Kamis (20/8).

Dalam telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Paus Leo XIV menyatakan dirinya “sangat sedih” atas kehancuran dan penderitaan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

“Paus menyampaikan solidaritas dan kedekatan spiritual kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” demikian keterangan KBRI Vatikan, mengutip telegram pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu.

Paus Leo XIV juga mendorong para pemimpin Gereja dan otoritas sipil untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan, serta menyampaikan doa seraya memohon berkat ilahi berupa penghiburan dan kekuatan bagi seluruh keluarga serta masyarakat yang terdampak.

Gempa bumi tersebut mengakibatkan sedikitnya 75 korban tewas dan 907 orang luka-luka, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB mengimbau masyarakat di NTT untuk tetap waspada dan siaga menyusul masih tingginya aktivitas gempa susulan.

Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak. Salah satu gempa susulan yang dirasakan pada Kamis terjadi pada pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo.

Pewarta : Yashinta Difa
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026