Jakarta -
Banjir bandang tak hanya melanda Nepal, tapi juga Taman Nasional Grand Canyon pada Sabtu (29/8). Kini semua akomodasi hotel ditutup sementara.
Dua orang meninggal dunia akibat banjir bandang di sepanjang Bright Angel Canyon. Kerusakan parah pada infrastruktur tidak terhindarkan, seperti dikutip dari Independent UK pada Selasa (8/9/2026).
Meskipun taman tetap dibuka untuk kunjungan harian, seluruh penginapan tamu untuk area South Rim kini ditutup untuk waktu yang belum ditentukan, terhitung sejak 31 Agustus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotel-hotel yang dikelola oleh Xanterra-seperti El Tovar, Bright Angel Lodge, Maswik Lodge, dan Phantom Ranch-serta Yavapai Lodge dan Trailer Village milik Delaware North, termasuk dalam daftar penutupan ini.
Pihak taman nasional menyatakan telah memberlakukan pembatasan air tahap 4 setelah banjir merusak saluran air Transcanyon (Transcanyon Waterline), sehingga cadangan air di taman menjadi terbatas.
Kegiatan berkemah tanpa fasilitas air (dry camping) diizinkan di area tersebut. Fasilitas keran air di kamar mandi perkemahan South Rim tetap berfungsi, namun segala bentuk penyalaan api dilarang keras.
"Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan keberlanjutan sumber daya air," ucap juru bicara National Park Service (NPS).
Sungai Colorado saat ini juga ditutup untuk lalu lintas sungai hingga pemberitahuan lebih lanjut akibat adanya struktur logam dan puing-puing yang masuk ke dalam sungai.
"Kami meminta warga dan pengunjung untuk turut menghemat air dengan cara membatasi waktu mandi maksimal lima menit, mematikan keran saat bercukur atau menyikat gigi, menyiram toilet seperlunya saja, mencuci pakaian dalam muatan penuh, serta melaporkan kebocoran kepada pihak terkait," tambah NPS.
NPS mengimbau pengunjung yang telah merencanakan perjalanan menyusuri sungai untuk menghubungi penyedia jasa komersial mereka atau bagian NPS River Permits guna mendapatkan informasi spesifik mengenai perjalanan tersebut.
Pihak NPS menambahkan bahwa potensi badai petir dan hujan lebat masih ada, yang dapat mengakibatkan banjir bandang susulan, aliran material (debris flow), jatuhan batu, serta perubahan kondisi jalur pendakian dan sungai.
(bnl/wsw)