Jakarta (ANTARA) - Festival musik Parti Libur 2026 menawarkan konsep yang memadukan pertunjukan musik dan wahana bermain di Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu, Jawa Timur.
Festival yang diprakarsai Gahtan Thoriq tersebut mengusung tema “Caravan”. Konsep panggung disesuaikan dengan sejumlah wahana dan area BNS, termasuk Magnolia Stage yang berada di bawah.
"Saya memang sengaja menyesuaikan konsep panggung dengan beberapa wahana dan area BNS, termasuk Magnolia Stage yang berada di bawah," kata Gahtan yang merupakan pendiri sekaligus CEO Parti Libur dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Wamenekraf dorong festival musik jadi ruang bertemu pelaku kreatif
Selama penyelenggaraan pada 1-2 Agustus itu, Parti Libur 2026 menghadirkan 105 penampil dan disaksikan sekitar 18.000 penonton. Sebanyak 40 persen musisi yang tampil berasal dari Jawa Timur.
Gahtan mengatakan keterlibatan musisi Jawa Timur merupakan bagian dari upaya memberikan ruang bagi band lokal sekaligus menghubungkan ekosistem musik daerah tersebut dengan musisi dari Jakarta dan daerah lainnya.
Parti Libur 2026 juga menghadirkan sembilan panggung tematik, yakni Caravan HYPE Stage, Magnolia Stage, Gipsy Stage, High Volt Stage, Wonder Stage, Jumping Jack, Bohemian Disco, Barbossa Stage, dan Joker Stage.
Baca juga: Tulungagung Distorsi 2026 bangkitkan lagi gairah musik rock Indonesia
Keragaman panggung tersebut menjadi ruang bagi penampil dari berbagai genre, mulai dari pop, rock, hardcore, reggae, metal hingga dangdut koplo.
Salah satu momen yang menjadi perhatian terjadi ketika DeadSquad berkolaborasi dengan pesulap Limbad pada hari pertama.
Saat membawakan lagu "Pasukan Mati", DeadSquad tampil dengan musik death-metal, sementara Limbad mempertontonkan aksi debus.
Baca juga: Sunset di Kebun hadirkan festival musik ramah keluarga
Pada hari kedua, Lorjhu' juga berkolaborasi dengan Bantengan. Festival kemudian ditutup dengan penampilan FSTVLST dan Ndarboy Genk di Caravan HYPE Stage serta pesta kembang api.
Gahtan mengatakan Parti Libur tidak ingin mengikuti pola festival yang selalu dituntut untuk semakin besar dengan menghadirkan band-band besar.
"Biasanya festival dituntut untuk lebih besar, dengan band besar, dan sebagainya. Di Parti Libur, kami tidak ingin mengikuti pola. Kami ingin punya ciri khas, menghadirkan festival di tempat-tempat yang unik," ujarnya.
Baca juga: Festival Suar sajikan cerita rakyat ke wahana musik orkestra
Baca juga: Kemenpar nilai acara musik dan budaya berikan dampak untuk pariwisata
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.