REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto memiliki analisis mengapa anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih terus menyerang warga sipil di Papua. Menurut dia, jumlah prajurit TNI dengan luas wilayah Papua masih belum sebanding. Sehingga hal itu membuat pergerakan OPM kadang tidak terpantau.
"Ya, memang dengan keterbatasan jumlah personel yang ada di Papua dihadapkan dengan luas wilayah Papua, luas wilayah Papua itu tiga kali luas Pulau Jawa, sehingga penempatan pasukan itu menggunakan titik berat," kata Lucky di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/10/2026).
Menurut Lucky, personel TNI di bawah satgas maupun Kogabwilhan III terus menekan ruang gerak OPM. Langkah itu dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat agar bisa beraktivitas secara normal.
"Kami merebut daerah-daerah hitam, daerah-daerah yang merupakan markas OPM, kami rebut, kemudian kami duduki, kami kuasai, kemudian kami membangun pos di sana, memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian harapannya di sana masyarakat menjadi maju, aman, damai, sejahtera," ujar Lucky.
Dia menegaskan, TNI bakal terus menghancurkan OPM sampai tidak tersisa lagi di Papua. "Kemudian situasi menjadi baik di sana, kami maju lagi ke depan. Rebut lagi daerah hitam lagi tempat OPM, sehingga OPM harapannya akan terkepung," ucap Lucky.
Meski begitu, ia memastikan, TNI tidak pernah menganggap OPM sebagai musuh. Lucky juga mengajak anggota OPM untuk balik lagi bergabung dengan NKRI.
"Kami tidak membenci OPM, tapi kami mengharapkan mereka bisa segera kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi: meletakkan senjata, sambangi pos-pos TNI, kemudian sama-sama membangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera," kata Lucky.
Selain itu, ia menganggap, pendirian Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Papua juga sangat efektif untuk meredam pergerakan OPM. Meski begitu, menurut Lucky, fokus utama Yon TP bukan untuk tempur, melainkan mendorong pembentukan ketahanan pangan.
"Ya, dengan penambahan pasukan baru tersebut tentunya akan semakin optimal dalam melayani masyarakat. Karena Batalyon Teritorial Pembangunan itu ada kompi produksi," jelas Lucky.
"Di mana kompi produksi itu ada peleton pertanian, perikanan, kemudian peternakan, dan sebagainya yang melayani masyarakat, mengajak masyarakat untuk bisa menyediakan sendiri, meningkatkan sendiri ekonominya, dan harapannya di situ lahir kesejahteraan. Untuk memenuhi itu semua, tentunya secara bertahap sesuai dengan rencana yang dimiliki akan melaksanakan rekrutmen," kata Lucky menambahkan.