Panen padi demplot PM-AAS perkuat ketahanan pangan di Bintan
Selasa, 15 September 2026 22:59 WIB
Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan bersama BRMP Kepri dan petani lokal melaksanakan panen padi demplot PM-AAS di lahan persawahan Poyotomo, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (15/9/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Pemkab Bintan
Bintan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan panen padi demplot PM-AAS yang dilaksanakan di lahan persawahan Poyotomo, Kecamatan Teluk Bintan, dapat memperkuat ketahanan pangan mandiri.
Demplot PM-ASS atau Pertanian Modern - Advanced Agricultural System adalah lahan percontohan penerapan sistem budidaya padi terintegrasi yang memadukan efisiensi lahan, pengaturan pola tanam rapat, perlakuan benih, dan mekanisasi untuk menggenjot produktivitas hingga di atas 10 ton per hektare.
"Panen padi demplot ini diharapkan dapat menjadi contoh dan bahan pembelajaran bagi para petani dalam menerapkan metode budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan," kata Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika saat menghadiri kegiatan panen tersebut, Selasa.
Menurut Ronny pengembangan sektor pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Keberhasilan demplot dapat menjadi motivasi bagi petani guna mengembangkan lahan pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
Ia juga menyampaikan panen padi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa sektor pertanian di Bintan memiliki potensi untuk dikembangkan.
Sekda berkomitmen terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan pertanian, melalui berbagai penyaluran bantuan alat serta sarana penunjang pertanian, khususnya padi.
"Upaya ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan produktivitas lahan serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Bintan," ucap Rony.
Sementara, Kementerian Pertanian RI melalui Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepri Rudi Hartono mengatakan kegiatan budidaya padi dengan menerapkan teknologi PM-AAS itu dilaksanakan BRMP Kepri bersama kelompok tani lokal sejak 3 Juni 2026.
"Hasil pengamatan menunjukkan tanaman telah memasuki fase masak dan perkembangan bulir padi berlangsung dengan baik," ungkapnya.
Rudi menyatakan hasil panen dari demplot PM-AAS akan menjadi salah satu bahan penting dalam mengevaluasi keberhasilan penerapan teknologi. Produktivitas dan hasil produksi yang diperoleh akan dibandingkan dengan kondisi atau pola budidaya yang selama ini diterapkan petani.
Evaluasi itu diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai potensi penerapan teknologi PM-AAS sebagai salah satu alternatif inovasi budidaya padi yang adaptif terhadap kondisi pertanian di Kepri.
"Selain hasil produksi, evaluasi juga akan mencakup aspek penerapan teknologi, pertumbuhan tanaman, efisiensi budidaya, serta peluang pengembangan teknologi pada skala yang lebih luas," katanya.
Lanjutnya BRMP Kepri bersama tim terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern tidak berhenti pada kegiatan percontohan. Demplot yang dilaksanakan di lahan Poyotomo Makmur diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus bukti penerapan teknologi yang dapat dilihat secara langsung oleh petani dan pemangku kepentingan.
"Ke depan, teknologi PM-AAS diharapkan dapat terus didiseminasikan dan diterapkan oleh petani sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi dari luasan lahan eksisting," demikian Rudi.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.