Elephants

Pakai earbuds Bluetooth setiap hari, berbahaya bagi kesehatan?

September 27, 2026

Jakarta (ANTARA) - Penggunaan earbuds Bluetooth telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, baik untuk mendengarkan musik, bekerja, maupun berolahraga. Meskipun praktis, kepopulerannya memicu pertanyaan terkait dampaknya terhadap kesehatan, mulai dari isu radiasi hingga risiko gangguan pendengaran.

Mitos radiasi elektromagnetik dan kanker

Kekhawatiran yang paling sering muncul adalah paparan radiasi radiofrequency (RF) langsung di dekat kepala. Earbuds Bluetooth menggunakan radiasi non-pengion (non-ionizing radiation) dengan tingkat energi yang sangat rendah.

Menurut lembaga kesehatan dunia World Health Organization (WHO) melalui laporan radiasi non-pengion dan kesehatan, radiasi non-pengion tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA atau sel manusia secara langsung.

Nilai Specific Absorption Rate (SAR) pada earbuds Bluetooth berada jauh di bawah batas aman yang ditetapkan badan regulasi internasional, sehingga klaim bahwa perangkat ini memicu kanker otak belum terbukti secara ilmiah.

Baca juga: Apple mungkin debutkan AirPods dengan kamera bersama iPhone 18 Pro

Risiko kesehatan nyata yang harus diwaspadai

Meskipun aman dari ancaman radiasi mematikan, pemakaian earbuds Bluetooth secara terus-menerus dan tanpa batasan yang jelas tetap membawa sejumlah risiko medis yang terbukti nyata:

Langkah aman penggunaan

Meskipun aman dari ancaman radiasi mematikan, pemakaian earbuds Bluetooth secara terus-menerus dan tanpa batasan yang jelas tetap membawa sejumlah risiko medis yang terbukti nyata:

Baca juga: Samsung tampaknya serius bakal rilis earbuds "clip-on", intip fiturnya

Baca juga: Huawei FreeClip 2 S rilis di Indonesia dengan harga Rp3 jutaan

Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.