Elephants

Padamkan karhutla, Gubernur Kaltara minta petugas utamakan keselamatan

September 5, 2026

Padamkan karhutla, Gubernur Kaltara minta petugas utamakan keselamatan

Sabtu, 5 September 2026 10:50 WIB

Image Print

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang (kemeja putih) turut memadamkan karhutla di Selimau, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara , Jumat sore (4/9/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang meminta seluruh petugas dan relawan yang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

“Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan. Jangan lupa, ada keluarga yang menunggu kita di rumah,” ujar Gubernur Zainal di Tanjung Selor, Sabtu.

Gubernur Kaltara mengatakan, pesan dan permintaan itu telah ia sampaikan kepada petugas dan relawan saat ia turun langsung membantu pemadaman karhutla di Selimau, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Jumat sore (4/9).

“Kondisi asap yang pekat dan medan yang berat, membutuhkan kewaspadaan tinggi,” katanya.

Pada saat melakukan pemadaman, Zainal mengaku merasakan langsung bagaimana memadamkan karhutla dengan kondisi asap pekat dan medannya berat dengan memegang nosel selang pemadam mengarahkan semprotan air ke titik api.

Karena itu, dia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat seluruh pihak. Ia mengapresiasi personel gabungan dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan dan masyarakat setempat yang terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan kebakaran.

“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang terus bekerja memadamkan api,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dishut Kaltara Nur Laila menyebutkan berdasarkan data rekapitulasi, total luas wilayah yang terdampak karhutla mencapai 2.639,99 hektare. Luasan tersebut terdiri atas Area Penggunaan Lain (APL) 1.900 hektare, Hutan Produksi 737,49 hektare, dan Hutan Lindung 2,50 hektare.

“Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar, yakni 2.597,38 hektare, disusul Kota Tarakan 31,86 hektare, Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare, dan Kabupaten Malinau 4,50 hektare,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan, lanjutnya, tim terlebih dahulu melakukan briefing guna membagi tugas, memeriksa arah angin, mencari sumber air, serta menentukan titik kumpul aman atau assembly point.

Teknik pemadaman kemudian disesuaikan dengan karakteristik lahan. Pada lahan mineral, pemadaman dilakukan dengan penyiraman langsung dengan memperhatikan arah angin dan pergerakan api.

Sementara pada lahan gambut, petugas menggunakan teknik khusus dengan nosel gambut yang ditancapkan ke dalam tanah agar air dapat meresap ke lapisan bawah. Teknik ini dilakukan karena api di dalam gambut dapat tetap menyala meskipun permukaan terlihat sudah padam.

Kemudian pembasahan dilakukan sedikitnya satu menit pada setiap titik hingga tidak lagi ditemukan asap. Setelah itu, proses pendinginan atau cooling down terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

“Ratusan personel Brigdal Karhutla juga disiagakan di sejumlah dinas dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kaltara untuk memperkuat penanganan karhutla,” ujarnya.
Baca juga: Patroli karhutla, Dandim Bulungan minta maksimalkan drone termal
Baca juga: Pemkab Bulungan imbau pelaku usaha sediakan masker untuk karyawan

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.