Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:02 WIB
Jakarta, VIVA – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pendampingan pengembangan dan pengolahan hasil laut melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut di Kampung Tua Terih, Batam, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca Juga
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu., 9 Agustus 2026.
Baca Juga
Melalui program tersebut, nelayan dan kelompok perempuan didorong mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, hingga tambahan penghasilan keluarga.
Dalam kunjungan yang dilakukan pada 5 Agustus 2026, pihaknya turut menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari.
Baca Juga
Menurut dia, Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budi daya ikan kakap, bawal dan kerapu, budi daya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Melalui program ini, pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan meningkat dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta atau rata-rata sekitar 40 persen per anggota.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan Kampung Bahari Si Pelaut merupakan salah satu contoh program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal setiap daerah.
Program Kampung Bahari Si Pelaut juga berkontribusi terhadap aspek lingkungan melalui pengelolaan 35,24 ton sampah per tahun, pengurangan emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Halaman Selanjutnya
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.