Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat melakukan pendataan dan pemetaan ulang potensi industri kreatif serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna memperkuat daya saing produk lokal.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di Pacitan, Selasa, mengatakan pemetaan diperlukan untuk mengetahui potensi usaha dan produk lokal yang masih membutuhkan pendampingan, dukungan, maupun pengembangan, sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
"Hal pertama yang harus dilakukan Dekranasda adalah melakukan pendataan dan pemetaan ulang industri kreatif dan UMKM lokal," kata Indrata saat pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Pacitan di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo.
Menurut dia, pembaruan data tersebut penting dilakukan seiring berkembangnya potensi kerajinan dan UMKM di Kabupaten Pacitan.
Hasil pemetaan nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan produk maupun pelaku usaha yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
Ia berharap penguatan pendampingan dan pengembangan produk lokal tersebut dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kita berharap daya saing Pacitan bisa lebih tinggi dan ekonomi masyarakat bisa lebih tumbuh," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Pacitan Efy Suraningsih Indrata Nur Bayuaji mengatakan keberadaan Dekranasda dibutuhkan untuk menjadi fasilitator antara pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan pemerintah daerah.
Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung pendampingan pelaku usaha, terutama dalam peningkatan kualitas produk kerajinan dan UMKM lokal.
"Dengan begitu, bersama-sama dapat melakukan pendampingan dalam peningkatan kualitas," katanya.
Pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Pacitan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembinaan sektor kerajinan dan UMKM sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat setempat.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.