Elephants

Pabrik AQUA Tanggamus hadirkan peluang kerja bagi warga lokal

August 17, 2026

Pabrik AQUA Tanggamus hadirkan peluang kerja bagi warga lokal

Senin, 17 Agustus 2026 20:43 WIB

Image Print

Kepala Pabrik AQUA Tanggamus Teguh Santoso bersama jajarannya meninjau lokasi taman Kehati Galih Batin. (ANTARA/HO/Humas AQUA Tanggamus)

Lampung Selatan (ANTARA) - Keberadaan Pabrik AQUA Tanggamus, Lampung, tidak hanya mendorong aktivitas industri, tetapi juga membuka peluang kerja dan pengembangan keterampilan bagi masyarakat sekitar, dengan sekitar 90 persen karyawannya berasal dari warga lokal per Agustus 2026.

Kepala Pabrik AQUA Tanggamus Teguh Santoso sebagaimana dikonfirmasi di Lampung Selatan, Senin, mengatakan bahwa komitmen melibatkan masyarakat sekitar telah dilakukan sejak pabrik mulai beroperasi pada April 2016. Warga yang sebelumnya banyak bekerja sebagai petani, pekebun, dan pekerja informal dibekali keterampilan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.

“Bagi kami, membangun pabrik berarti juga membangun masyarakat di sekitarnya. Karena itu, sejak awal kami berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal, dan hari ini mayoritas karyawan kami adalah putra-putri daerah yang tumbuh bersama Pabrik AQUA Tanggamus,” ujar dia.

Selain membuka kesempatan kerja, Pabrik AQUA Tanggamus menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dengan mengusung filosofi lokal Begawi Jejama yang bermakna bekerja bersama dan bergotong royong.

Di kawasan hulu Pegunungan Tanggamus, perusahaan bersama masyarakat telah menanam lebih dari 11.000 pohon dan membangun sekitar 700 rorak atau lubang resapan air selama periode 2016 hingga 2026.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat daerah tangkapan air, mengurangi risiko erosi, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya air. Upaya itu juga disertai pendampingan kepada petani kopi untuk meningkatkan produktivitas melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan.

Di wilayah hilir, perusahaan mengembangkan Taman Kehati Galih Batin seluas sekitar 3,2 hektare sebagai ruang terbuka hijau dan pusat edukasi lingkungan.

Berdasarkan penelitian bersama Universitas Lampung pada 2025, kawasan tersebut memiliki indeks keanekaragaman hayati 3,16 yang tergolong tinggi, dengan sedikitnya enam spesies tanaman endemik dan 22 jenis burung yang telah teridentifikasi.

Dalam bidang air bersih dan sanitasi, program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) telah memberikan manfaat kepada 1.037 warga melalui 203 sambungan akses air bersih yang terhubung langsung ke rumah masyarakat.

Program tersebut juga dilengkapi edukasi mengenai sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara melalui program pengelolaan sampah “Sampahku Tanggung Jawabku”, sekitar 378 ton sampah plastik telah dikelola sejak program tersebut dimulai hingga 2026.

Program pemberdayaan lainnya mencakup edukasi lingkungan di sekolah, pendampingan kelompok wanita tani, serta pembinaan kelompok usaha mikro untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Teguh mengatakan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemajuan juga membutuhkan masyarakat yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan semakin mandiri.

“Bagi kami, semangat kemerdekaan hari ini adalah tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik dan mendorong setiap individu dapat menjadi versi terbaik mereka. Kisah Yopanda adalah salah satu contohnya, dan kami ingin Pabrik AQUA Tanggamus terus menjadi bagian dari perjalanan itu,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan diberikan untuk memperkenalkan masyarakat pada dunia manufaktur, mulai dari keselamatan kerja hingga keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam operasional produksi.

Kesempatan tersebut juga diberikan kepada warga dengan latar belakang pendidikan dan usia yang beragam. Sejumlah masyarakat memperoleh pelatihan keterampilan teknis, seperti pengelasan atau welding, serta kompetensi operasional lainnya.

Salah satu warga yang merasakan manfaat kesempatan tersebut adalah Yopanda (38), yang kini telah bekerja selama sekitar satu dekade di Pabrik AQUA Tanggamus dan dipercaya sebagai supervisor.

Sebelum bekerja di industri, Yopanda mengandalkan pertanian dan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang sangat bergantung pada cuaca serta musim panen.

Ketika pembangunan Pabrik AQUA Tanggamus berlangsung, Yopanda terlibat dalam proyek konstruksi dan bergabung dengan tim engineering. Pengalaman tersebut menjadi awal dirinya mengenal lingkungan kerja industri yang menuntut kedisiplinan, keterampilan, dan penerapan prosedur keselamatan.

Melihat rekan-rekannya menggunakan komputer dan laptop dalam pekerjaan, Yopanda kemudian terdorong untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilannya. Saat itu, ia belum memiliki ijazah setara SMA.

Kesempatan tersebut datang melalui program Paket C yang ditawarkan bagi masyarakat sekitar yang belum memiliki ijazah SMA. Yopanda menjadi salah satu dari sekitar 20 warga yang mengikuti program tersebut.

Di tengah kesibukannya bekerja, ia mengikuti pembelajaran dua kali dalam sepekan hingga akhirnya memperoleh ijazah Paket C.

“Saya lihat teman-teman di engineering bisa menggunakan komputer dan laptop. Dari situ saya tergerak, saya juga ingin bisa. Ketika ada program Paket C, saya ikut karena ingin mendapat ijazah sekaligus menambah pengetahuan,” kata Yopanda.

Kini, selain memiliki ijazah setara SMA, Yopanda telah terbiasa menggunakan komputer dalam pekerjaan sehari-hari.

Ia juga mengaku mengalami perubahan pola pikir setelah masuk ke lingkungan industri. Disiplin waktu, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta kesadaran terhadap keselamatan menjadi kebiasaan yang kemudian diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dulu ketika bekerja sebagai petani, kami tidak terlalu mengenal aturan keselamatan seperti di industri. Setelah bekerja di sini, kami jadi lebih peduli. Bahkan ketika sedang libur dan pergi ke kebun, tanpa sadar kebiasaan tentang keselamatan itu ikut kami terapkan,” ucap dia.

Dari sisi ekonomi, pekerjaan di industri juga membuat pendapatan Yopanda menjadi lebih stabil dan dapat direncanakan. Kondisi tersebut berbeda dengan penghasilannya sebagai petani yang sangat dipengaruhi musim.

Menurutnya, aktivitas industri turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang tidak bekerja langsung di pabrik, antara lain melalui peluang kerja pada mitra perusahaan dan tumbuhnya usaha kecil di sekitar kawasan.

Pabrik AQUA Tanggamus berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Pekon Teba, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus. Pabrik tersebut mulai berproduksi pada 2016 di atas lahan sekitar 96.063 meter persegi dan memanfaatkan sumber air pegunungan dari kawasan kaki Gunung Tanggamus.

Operasional pabrik juga diarahkan pada prinsip keberlanjutan melalui program Blue Operations yang mencakup efisiensi air, efisiensi energi, pengelolaan sampah plastik, serta berbagai program pemberdayaan karyawan dan masyarakat sekitar.

Pewarta : Riadi Gunawan
Editor: Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.