Perpaduan kemampuan udara dan kekuatan personel di lapangan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penanganan, sekaligus mencegah api kembali meluas
Banjarbaru (ANTARA) - Operasi udara yang dilaksanakan TNI AU mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama sasaran prioritas Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru.
"Sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan telah dikerahkan, d antaranya Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH," kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Selasa.
Danlanud mengatakan armada udara tersebut mendukung berbagai kebutuhan operasi, termasuk pemadaman melalui metode water bombing, pemantauan, serta dukungan terhadap unsur Satgas Darat.
Baca juga: Kemenhut fokus basahi gambut di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Kalsel
Dia menyebut dukungan dari udara menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan, khususnya pada kawasan yang memiliki akses terbatas dan medan yang menyulitkan pergerakan personel maupun kendaraan pemadam.
Sementara helikopter melaksanakan tugas dari udara, kata dia, personel di darat terus melakukan pemadaman, penyekatan, dan pemantauan perkembangan titik api.
"Perpaduan kemampuan udara dan kekuatan personel di lapangan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penanganan, sekaligus mencegah api kembali meluas," kata Danlanud Hilman.
Baca juga: Heli BNPB andalkan embung Guntung Damar tangani karhutla Banjarbaru

Danlanud menyatakan keterlibatan personel Lanud Sjamsudin Noor dalam penanggulangan karhutla bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi bentuk bakti untuk negeri dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi prajurit, kata dia, menjaga keselamatan masyarakat dan membantu mengatasi bencana merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kemudian kolaborasi antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah, dan masyarakat, menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi karhutla.
Setiap unsur saling melengkapi dalam menjalankan tugas, mulai dari pemadaman dan pengendalian di darat, dukungan operasi udara, pemantauan, hingga upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
"Personel bergerak di darat, helikopter bekerja dari udara, inilah wujud nyata bakti TNI AU untuk negeri," ucapnya.
Baca juga: Pemprov Kalsel gelar Shalat Istisqa memohon hujan guna atasi karhutla
Pewarta: Firman
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.