Elephants

OpenAI balik gugat Apple, terkait dugaan pencurian rahasia dagang

October 16, 2026

OpenAI balik gugat Apple, terkait dugaan pencurian rahasia dagang

Jumat, 16 Oktober 2026 12:42 WIB

Image Print

PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu firma akuntansi global, mengungkapkan bahwa adopsi kecerdasan artifisial (AI) secara luas dapat menambah hingga 15 poin presentase terhadap produk domestik bruto (PDB) global pada 2035, Jakarta, Selasa (17/6/2025) (Ilustrasi - Logo OpenAI. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/am.)

Jakarta (ANTARA) - Setelah Apple memprakarsai gugatan terhadap OpenAI pada Juli lalu atas dugaan pencurian kekayaan intelektual, kini giliran OpenAI yang melayangkan gugatan balik atas tuduhan serupa.

Melansir GSM Arena, Kamis (15/10) waktu setempat, OpenAI mengklaim bahwa seorang pegawai yang tidak disebutkan namanya, meninggalkan perusahaan setelah bekerja selama enam bulan. Sebelum bergabung dengan OpneAI, karyawan itu disebut pernah bekerja di Apple. Kemudian, karyawan tersebut kembali bekerja di Apple dengan membawa berkas rahasia terkait proyek perangkat keras milik OpenAI.

Dalam berkas gugatannya, OpenAI menduga pencurian rahasia dagang ini berkaitan dengan perangkat hub rumah pintar yang baru saja diumumkan Apple, yakni Apple HomeView.

Sebagaimana beredar sebelumnya, OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan pengeras suara pintar (smart speaker) bekerja sama dengan studio desain milik Jony Ive, LoveFrom, serta perangkat pendukung seperti earbud berbasis kecerdasan buatan (AI).

OpenAI menyebut mantan karyawannya tersebut mengambil lebih dari 100 berkas rahasia terkait proyek perangkat keras OpenAI dan mempresentasikannya kepada jajaran eksekutif Apple.

Menanggapi tuduhan tersebut, Apple membantah tegas dan menyatakan memiliki prosedur ketat untuk mencegah karyawan baru menggunakan informasi rahasia dari perusahaan tempatnya pernah bekerja.

Apple juga menampik tuduhan adanya presentasi berkas rahasia serta menegaskan tidak menemukan bukti keberadaan berkas yang dimaksud di dalam server internal mereka.

Meski demikian, OpenAI meragukan bantahan tersebut. Dalam dokumen pengadilannya, OpenAI menyatakan kekhawatiran bahwa rahasia dagang dan informasi rahasia miliknya kini beredar di lingkup internal Apple, yang berpotensi dimanfaatkan oleh para insinyur Apple untuk merancang produk-produk mendatang.

Sengketa hukum ini diperkirakan akan berlanjut ke meja hijau, dengan jadwal persidangan yang kemungkinan digelar antara bulan Juni hingga Oktober mendatang.


Penerjemah: Farhan Arda Nugraha

Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.