Bagikan:
JAKARTA - Otoritas Oman mengevakuasi darurat sebanyak 23 anak buah kapal peti kemas setelah kapal mereka terkena dampak baku tembak terbaru antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Kapal GFS Galaxy berbendera Siprus itu melaporkan terkena serangan Iran-AS di 4,4 mil laut di lepas pantai Kegubernuran Musandam, Oman. Sementara satu orang awak kapal dilaporkan masih hilang.
"23 awak kapal telah diselamatkan dan diberikan perawatan medis yang diperlukan. Operasi pencarian terus dilakukan untuk satu awak kapal yang masih hilang," kata Pusat Keamanan Maritim Oman dalam sebuah pernyataan, Minggu 12 Juli, dikutip dari AFP.
Komando Pusat AS menuding Iran yang menyerang kapal tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri India mengatakan dari 11 warga negara India di atas kapal, 10 telah diselamatkan, menambahkan bahwa satu orang hilang.
Badan maritim Inggris, UKMTO, mengatakan awak kapal telah meninggalkan kapal dan berada di sekoci penyelamat, sekitar 17 kilometer (10 mil) sebelah timur Oman.
Serangan itu terjadi ketika Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan meluncurkan rudal dan drone ke negara-negara tetangganya di Teluk sebagai balasan atas serangan baru AS.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) India mengatakan serangan terhadap pelayaran komersial di kawasan Teluk dampak perang yang dipicu serangan besar-besaran AS-Israel ke Iran "sangat mengkhawatirkan".
"Penargetan terhadap pelayaran komersial dan infrastruktur sipil di wilayah tersebut harus diakhiri," ujar pernyataan Kemenlu India.
"Navigasi yang bebas dan tanpa hambatan... melalui jalur air internasional di wilayah tersebut, sesuai dengan hukum internasional, harus dipulihkan sesegera mungkin," sambungnya.
Baku tembak ini mengancam jalannya kesepakatan sementara antara Iran-AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
BACA JUGA:
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+