Mataram (ANTARA) - Asosiasi Hotel Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, tingkat okupansi hotel di Mataram saat MotoGP bisa mencapai 80 hingga 100 persen, terutama pada dua hari terakhir saat kualifikasi dan hari pertandingan (race day).
"Tren okupansi hotel di Mataram saat MotoGP rata-rata H-7 atau kurang dari seminggu baru mulai ada pemesanan. Kalau melihat tahun lalu, kami optimistis okupansi mencapai 80 hingga 100 persen," kata Sekretaris Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Rega Fajar Firdaus di Mataram, Senin.
MotoGP Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB.
Rega mengatakan, dengan melihat tren pemesanan hotel dari tahun ke tahun, sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan pemesanan kamar untuk periode perhelatan MotoGP sebab pemesanan kamar hotel di Mataram umumnya baru mulai ramai mendekati pelaksanaan acara.
Karena itu, para pengusaha hotel di Kota Mataram saat ini masih memilih bersikap pasif dalam menyambut perhelatan MotoGP. Langkah itu diambil lantaran belum adanya promosi yang masif dari pihak penyelenggara, baik ITDC maupun MGPA, terkait kerja sama maupun jumlah tiket yang akan dijual.
Para pelaku usaha hotel masih beroperasi seperti biasa tanpa ada persiapan khusus, selain menyiapkan paket harga yang disesuaikan dengan ajang sebelumnya.
"Promosi dari pemerintah maupun penyelenggara seperti ITDC/MGPA belum terlihat masif, baik terkait kerja sama maupun kuota tiket yang akan dijual. Jadi kami saat ini berjalan seperti biasa, mungkin action-nya sama seperti kemarin dengan menyiapkan paket harga yang sesuai," katanya.
Sejumlah agen perjalanan biasanya membeli atau memesan kamar untuk dijual kembali dalam bentuk paket bundle yang mencakup akomodasi, transportasi, dan tiket penonton.
"Kalau broker atau agen travel biasanya sifatnya masih spekulatif, sekadar booking tanpa uang muka," katanya.
Pihak hotel, katanya, tidak bisa mengintervensi atau membatasi harga paket mereka karena ada komponen lain seperti transportasi dan makan.
Di sisi lain, Rega juga mengklarifikasi isu yang sempat beredar MotoGP tahun 2026, menjadi ajang terakhir di Sirkuit Mandalika sebab berdasarkan informasi terbaru dari pertemuan bersama pihak MGPA, kontrak penyelenggaraan MotoGP telah resmi diperpanjang hingga tahun 2029 di bawah jaminan Danantara.
Untuk menentukan langkah strategis dan menyelaraskan persiapan fasilitas bagi para pengunjung, AHM dijadwalkan menghadiri pertemuan bersama pemerintah daerah, MGPA, serta para pemangku kepentingan industri pariwisata pada Rabu (12/8/2026).
"Semoga dari pertemuan itu, kami mendapatkan informasi tentang MotoGP 2026 secara utuh dan kerja sama dalam promosi guna meningkatkan okupansi hotel," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026