Tasikmalaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat budaya menabung dan literasi keuangan bagi kalangan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat agar semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari risiko keuangan.
"Menabung adalah latihan membangun karakter, karena di dalamnya anak belajar menunda keinginan, menentukan prioritas, merencanakan masa depan, dan menghargai proses," kata Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati di Kota Tasikmalaya, Jumat.
Ia menuturkan, OJK Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan sejak usia sekolah.
Upaya tersebut, kata dia, diwujudkan melalui kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 yang mengusung tema "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan".
Ia menyampaikan, kegiatan itu berkolaborasi dengan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan tenaga pendidik dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan memiliki karakter finansial yang kuat.
Ia menyampaikan, penguatan literasi keuangan sejak usia sekolah semakin penting seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di tengah perkembangan teknologi digital saat ini.
"Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini," katanya.
Ia menyampaikan, OJK Tasikmalaya juga mengukuhkan Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK Peduli) Segmentasi Prioritas Pelajar kepada 18 pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kota/Kabupaten Tasikmalaya binaan Lembaga Jasa Keuangan.
Duta Literasi Keuangan tersebut, kata dia, berasal dari SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya, SMKN 1 Tasikmalaya, SMAN Plus Pesantren Amanah, SMAN 6 Tasikmalaya, SMK Plus YSB Suryalaya, SMAN 2 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya, SMK Bina Lestari PUI, dan SMA Al Muttaqin.
Ia mengatakan, OJK Peduli merupakan program yang mendorong hadirnya Duta Literasi Keuangan untuk mengedukasi dan mendiseminasikan informasi keuangan kepada komunitas dan masyarakat luas.
Kehadiran Duta Literasi Keuangan, lanjut dia, diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan sehingga peningkatan literasi keuangan dapat berlangsung secara lebih masif, merata, dan efek berganda.
"Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan," katanya.
Ia menambahkan, OJK Tasikmalaya juga menyiapkan mobil Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (SiMolek), kemudian Mobil Edukasi/Kas Keliling Perbankan di wilayah Priangan Timur yang bergerak menuju sekolah binaan masing-masing untuk melaksanakan kegiatan edukasi keuangan sekaligus mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.
Kegiatan edukasi keuangan itu, kata dia, digelar serentak pada segmentasi pelajar yang diikuti 29 industri jasa keuangan bank dan non-bank di wilayah Priangan Timur dengan sasaran 4.000 siswa di 44 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.