Jombang (ANTARA) - NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghidupkan kembali gerakan Palestina Fonds yang digagas KH Abdul Wahab Chasbullah pada 1938 melalui peluncuran Palestina Fonds 2.0 dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ginanjar Sya'ban mengatakan komitmen NU terhadap perjuangan dan kemerdekaan Palestina telah tumbuh sejak sebelum Indonesia merdeka.
"Salah satu tonggak pentingnya terjadi dalam Muktamar NU di Menes, Banten, pada 1938, yang diinisiasi oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH M Hasyim Asy'ari," ujar Ginanjar dalam keterangannya di Jombang, Minggu.
Ia mengatakan Muktamar NU di Menes, Banten pada 1938 tersebut memiliki arti penting dalam sejarah organisasi, salah satunya sebagai momentum peneguhan komitmen NU terhadap rakyat Palestina. Saat itu, KH Abdul Wahab Chasbullah menginisiasi gerakan Palestina Fonds sebagai bentuk dukungan moral dan materiil.
Ginanjar mengatakan pengaktifan kembali Palestina Fonds dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU memiliki nilai historis karena berupaya menghidupkan semangat yang dibangun para pendiri NU dalam memberikan dukungan kepada Palestina.
Baca juga: Lazisnu-Paragon bantu pemulihan madrasah terdampak bencana di Sumatera
"Gerakan ini seperti mengulang kembali semangat yang pernah dibangun para pendiri NU dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Kita seolah dejavu, karena lokasinya berada di Jombang," katanya.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar menegaskan dukungan terhadap rakyat Palestina akan terus dilakukan, termasuk melalui bantuan kemanusiaan.
"Ketika berbicara terkait Palestina, almarhum Mbah Wahab itu salah satu tokoh yang sudah memberikan perhatian istimewa kepada Palestina. Dan kita tidak akan berhenti membantu Palestina," ujarnya.
Ia mengatakan NU Care-LAZISNU memiliki jaringan mitra yang memungkinkan penyaluran bantuan untuk Palestina melalui sejumlah negara, antara lain Mesir, Turki, dan Yordania, serta melalui mitra yang berada di Palestina.
"Kami bersyukur LAZISNU memiliki akses untuk menyalurkan bantuan kepada Palestina itu melalui Mesir, Turki, Yordania, bahkan melalui mitra di dalam Palestina itu sendiri. Dan alhamdulillah kami mendapatkan banyak amanah tersebut," katanya.
Baca juga: Gus Hans harap AHWA pilih calon Ketum PBNU tanpa intervensi
Habib Ali menambahkan bantuan yang dihimpun dari Indonesia diharapkan dapat memberikan dukungan materiil sekaligus moral bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
"Sedikit yang kita berikan tentu tidak sedikit bagi saudara-saudara kita di Palestina. Itu akan besar dan dianggap suatu dukungan moral dan materi. Mudah-mudahan menjadi keberkahan buat kita," ujarnya.
Palestina Fonds pertama kali digagas KH Abdul Wahab Chasbullah dalam Muktamar ke-13 NU di Menes, Banten, pada 1938 atas restu KH Hasyim Asy'ari. Gerakan tersebut dilakukan melalui penggalangan dana untuk mendukung perjuangan dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.
Setelah 88 tahun, gerakan tersebut diaktifkan kembali melalui Palestina Fonds 2.0 dalam momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang sebagai bagian dari upaya melanjutkan solidaritas kemanusiaan NU terhadap rakyat Palestina.
Revitalisasi gerakan tersebut ditandai dengan pembacaan deklarasi Palestina Fonds 2.0 dalam Silaturahim Nasional (Silatnas) LAZISNU Sedunia di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang.
Baca juga: NU Care-LAZISNU hadirkan layanan NU Care Hub di Muktamar NU
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.