Senin, 5 Oktober 2026 - 19:04 WIB
Jakarta, VIVA – Menonton pertandingan sepak bola melalui internet kini semakin mudah. Namun, ketika pertandingan yang ingin disaksikan tidak tersedia di layanan resmi atau dibatasi berdasarkan wilayah, sebagian penonton memilih menggunakan VPN untuk mengakses layanan streaming tertentu.
Baca Juga
VPN atau Virtual Private Network memang dapat membantu mengubah jalur koneksi internet dan menyamarkan alamat IP. Meski begitu, penggunaan VPN bukan berarti aktivitas streaming otomatis aman. Dirangkum VIVA Senin, (05/10/2026), ada sejumlah risiko yang perlu dipahami, terutama jika VPN digunakan untuk mengakses situs streaming ilegal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
VPN Bukan Jaminan Keamanan
Baca Juga
VPN pada dasarnya berfungsi membuat koneksi terenkripsi antara perangkat dan server VPN. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan privasi ketika seseorang menggunakan jaringan internet tertentu.
Namun, VPN tidak dapat menjamin bahwa situs yang dikunjungi aman. Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat mengingatkan bahwa situs palsu atau layanan streaming ilegal tetap dapat digunakan untuk menyebarkan malware dan mencuri informasi pribadi.
Baca Juga
Artinya, meski koneksi pengguna melewati VPN, risiko tetap ada apabila tujuan akhirnya merupakan situs yang berbahaya.
Situs Streaming Gratis Justru Perlu Diwaspadai
Salah satu jebakan yang sering muncul adalah tawaran menonton pertandingan secara gratis tanpa berlangganan. Situs semacam ini terkadang dipenuhi iklan agresif, pop-up, tombol unduhan palsu, atau permintaan memasang aplikasi tertentu.
FTC secara khusus memperingatkan bahwa aplikasi dan layanan streaming bajakan dapat menjadi sarana penyebaran malware. Perangkat yang terinfeksi bahkan berpotensi digunakan untuk mencuri kredensial akun, informasi kartu pembayaran, hingga data pribadi.
Karena itu, gamer atau penggemar sepak bola sebaiknya tidak menganggap VPN sebagai pelindung dari seluruh ancaman siber.
Data Pribadi Tetap Bisa Menjadi Sasaran
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Risiko lain muncul ketika pengguna memasukkan data pribadi ke situs streaming yang tidak terpercaya. Informasi seperti alamat email, nomor telepon, kata sandi, hingga data pembayaran dapat menjadi target.
Europol juga memperingatkan bahwa layanan IPTV ilegal dapat menimbulkan risiko pencurian informasi pribadi dan finansial. Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan bisa menghadapi kerugian finansial setelah membayar layanan yang kemudian dihentikan.
Halaman Selanjutnya
Menariknya, keberadaan ikon gembok atau HTTPS juga bukan jaminan mutlak bahwa sebuah situs dapat dipercaya. FTC mengingatkan bahwa situs penipu juga dapat menggunakan koneksi terenkripsi.