Banda Aceh (ANTARA) - Perhelatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 oleh Pemerintah Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, bukan hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepakbola semata, melainkan wadah mempererat silaturahmi masyarakat.
"Ini menjadi momen bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Banda Raya untuk meningkatkan silaturahmi," kata Camat Banda Raya TM Syukri Wardana di Banda Aceh, Minggu.
Kegiatan nobar antara Argentina vs Swiss di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu, dengan tajuk "Nobar Bola Gembira Piala Dunia 2026" tersebut dilaksanakan oleh pemerintah Kecamatan Banda Raya berkolaborasi pemerintah Kota Banda Aceh, pemerintah Aceh, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh.
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh beserta para asisten, Ketua DPRK Banda Aceh, Camat Banda Raya, para keuchik, serta masyarakat dari berbagai kecamatan di Kota Banda Aceh.
TM Syukri, mengatakan antusiasme masyarakat pada kegiatan tersebut melampaui perkiraan, karena awalnya dirancang dalam skala kecil, tetapi mendapat sambutan besar setelah adanya kolaborasi sejumlah pihak.
"Alhamdulillah, awalnya kami mau buat yang kecil-kecilan saja, tapi ketika kami menjumpai pengelola stadion ternyata responnya luar biasa. Kebetulan juga BPS Aceh membuat kegiatan, sehingga kolaborasi menghasilkan penonton yang luar biasa," ujarnya.
Baca: Warga Banda Aceh padati CFD meriahkan nonton bareng Piala Dunia
Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST berharap momentum Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan, tetapi harus mampu menghadirkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapannya yaitu Piala Dunia itu bukan hanya tontonan, tapi ada nilai-nilai yang menjadi inspirasi kita dalam hidup ini, digali inspirasi itu dan tularkan kemudian kita implementasi," katanya.
Ia menambahkan, semangat disiplin, kerja keras, dan pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
"Kalau kita mau sukses harus disiplin, harus bekerja keras, jangan patah semangat," pungkas Irwansyah ST.
Pewarta: Nurul Amalia
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.