Jakarta -
Studi terbaru menemukan minum kopi malam hari tak hanya mengganggu tidur, tetapi juga berpotensi meningkatkan perilaku tertentu pada perempuan. Ini penjelasannya!
Minum kopi di malam hari sering dilakukan untuk melawan kantuk saat bekerja atau begadang. Namun, studi baru menemukan hal yang mengejutkan.
Temuan tersebut berdampak lebih dari sekadar mengganggu waktu tidur. Penelitian menemukan konsumsi kafein pada malam hari ternyata dapat meningkatkan perilaku impulsif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari NDTV.com (29/08/2026) berikut penjelasan peneliti tentang konsumsi kafein di malam hari.
1. Minum Kopi Malam Hari Bisa Picu Impulsif
Wanita minum kopi di malam hari Foto: Getty Images/iStockphoto/ollinka
Minum kopi pada malam hari selama ini dikenal dapat mengganggu tidur. Namun, studi baru menemukan konsumsi kafein di malam hari juga berkaitan dengan perilaku impulsif.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal iScience mengamati efek kafein berdasarkan waktu konsumsinya. Hasilnya menunjukkan waktu minum kafein dapat memengaruhi kontrol perilaku.
Temuan ini terutama terlihat pada lalat buah betina. Mereka menunjukkan peningkatan perilaku impulsif setelah mengonsumsi kafein pada malam hari.
2. Penjelasan Peneliti
Studi ini dilakukan peneliti dari University of Texas at El Paso menggunakan Drosophila melanogaster, yaitu spesies lalat buah yang digunakan sebagai model untuk mempelajari sejumlah proses neurologis.
Peneliti mengamati respons perilaku lalat setelah mengonsumsi kafein pada waktu berbeda. Hasilnya, lalat yang mendapat kafein pada malam hari mengalami penurunan kemampuan mengendalikan respons.
Kondisi tersebut membuat lalat lebih sulit menahan tindakan setelah menerima rangsangan negatif. Peneliti menggambarkannya sebagai perilaku yang lebih impulsif atau ceroboh.
3. Efek Lebih Kuat pada Betina
Wanita minum kopi di malam hari Foto: Getty Images/iStockphoto/ollinka
Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Lalat betina menunjukkan peningkatan perilaku impulsif, atau perilaku yang sifatnya mendadak dan cepat. perilaku ini jauh lebih kuat di lalat betina dibandingkan lalat jantan.
Efek tersebut muncul meski kadar kafein dalam tubuh kedua kelompok relatif serupa. Artinya, respons terhadap kafein kemungkinan juga dipengaruhi faktor biologis lainnya.
Peneliti menyebut hasil ini perlu dikonfirmasi melalui penelitian pada manusia. Perbedaan hormon, metabolisme, dan sistem saraf diduga dapat memengaruhi respons terhadap kafein.
4. Kafein Memengaruhi Otak dan Pola Tidur
Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak yang berperan dalam rasa kantuk dan relaksasi. Efeknya membuat tubuh lebih waspada, tetapi juga dapat membuat otak terlalu terstimulasi.
Konsumsi kafein malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Kurang tidur kemudian dapat memengaruhi kemampuan mengambil keputusan, mengatur emosi, dan mengendalikan impuls.
Bahkan, konsumsi kafein hingga enam jam sebelum tidur diketahui dapat mengurangi durasi dan kualitas tidur. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku keesokan harinya.
5. Perhatikan Waktu Minum Kopi
Wanita minum kopi di malam hari Foto: Getty Images/iStockphoto/ollinka
Temuan ini membuat dampak kopi tidak lagi hanya dikaitkan dengan sulit tidur atau rasa gelisah. Waktu konsumsi kafein juga perlu diperhatikan karena mungkin memengaruhi kontrol perilaku.
Hal ini relevan bagi pekerja malam, mahasiswa, hingga orang yang sering begadang dan mengandalkan kopi. Konsumsi kafein berlebihan atau terlalu malam juga dapat memicu insomnia dan rasa cemas.
Meski begitu, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efek tersebut. Untuk sementara, membatasi kopi pada waktu lebih awal dapat membantu menjaga tidur dan fungsi tubuh.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/sob)