Jakarta -
Pelanggan menemukan pecahan kaca di dalam gelato yang ia beli di Bangkok. Insiden viral ini membuat pihak toko menyampaikan permintaan maaf resmi.
Makanan penutup seharusnya menjadi pelepas dahaga sekaligus penyempurna suasana. Namun, pengalaman tak menyenangkan bisa terjadi ketika kualitas dan keamanan produk dipertanyakan.
Insiden terkait keamanan pangan kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sebuah toko gelato di Bangkok menjadi sorotan setelah keluhan pelanggan viral di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Bangkok Post, (22/7/2026), sebuah toko gelato di Bangkok menjadi sorotan usai seorang pelanggan mengaku menemukan pecahan kaca di dalam gelato.
Seorang pembeli gelato mengeluhkan penemuan benda asing dalam makanannya. Foto: Instagram
Insiden itu terjadi saat pelanggan menikmati gelato rasa kacang di salah satu pusat perbelanjaan bulan lalu. Awalnya ia mengira benda keras yang tergigit adalah potongan kacang.
Tak lama kemudian, lidahnya justru terasa perih hingga mengeluarkan darah. Saat melihat isi mulutnya, ia menemukan serpihan kaca kecil.
Bentuknya disebut mirip potongan kacang yang ada di dalam gelato. Pelanggan itu mengaku khawatir sempat menelan sebagian pecahan kaca.
Ia lalu kembali ke toko untuk melaporkan kejadian tersebut. Pihak toko langsung mengambil sisa gelato sebagai bahan pemeriksaan.
Uang pembelian juga dikembalikan dan pelanggan diminta segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka ringan di lidah dan bagian dalam pipi.
Ia sampai terluka sebab yang ditemukan berupa potongan kaca. Foto: Bangkok Post
Beruntung, tidak ditemukan luka serius pada tenggorokan. Dokter juga memberikan suntikan tetanus sebagai langkah pencegahan.
Seluruh biaya pengobatan kemudian ditanggung oleh pihak toko. Meski begitu, pelanggan merasa penanganan yang diterimanya belum memuaskan.
"Pengembalian uang dan biaya rumah sakit adalah hal yang seharusnya dilakukan. Tetapi saya juga ingin tahu bagaimana pecahan kaca itu bisa masuk ke dalam gelato," tulis pelanggan tersebut.
Setelah kasus itu viral, pihak toko akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan.
"Kami dengan tulus meminta maaf atas kejadian ini dan penanganan kami yang mungkin membuat pelanggan merasa kecewa," tulis pihak toko.
(dfl/adr)